Metropolis

Swab Mandiri di RS Elisabeth Batam Kota Rp 855 Ribu, Bisa Selesai Sehari hingga Dua Hari

Foto bersama saat pembukaan laboratorium PCR oleh Direktur Rs St Elisabeth Batam Kota, dr. Sahat Hamonangan Siahaan, Senin (9/11/2020). (F. Rs Elisbeth untuk Batam Pos)

batampos.id – Rumah Sakit St Elisabeth Batam Kota menyediakan pelayanan swab mandiri dengan biaya Rp 855 ribu. Swab mandiri di rumah sakit ini, sudah dimulai, Senin (9/11/2020). Pelaksanaan swab ini dilakukan di laboratorium dengan standar WHO (World Health Organization), Biosafety Laboratory (BSL) Level Dua.

“Kami sudah memiliki laboratorium bertekanan negatif. Selain itu, sebelum dan sesudah pemeriksaan sampel dilakukan sterilisasi,” kata Dokter Penanggung Jawab di Laboratorium PCR Rs St Elisabeth Batam Kota, dr. Yanuarni WBP MKes Sp.PK (K), Senin (9/11/2020).

Pemeriksaan swab di Rs St Elisabeth Batam Kota, kata Yanuarni dapat selesai dengan hitungan satu hingga dua hari saja. Cepatnya waktu pemeriksaan ini, tentunya memudahkan masyarakat yang melakukan uji swab mandiri.

Yanuarni yang merupakan satu-satunya Dokter Spesialis Patologi Klinik Konsultan Infeksi yang ada di Kepulauan Riau, mengatakan Rs Elisabeth juga menyediakan program uji swab jemput bola.

Petugas Rs Elisabeth akan menyambangi rumah-rumah warga yang ingin melakukan tes swab mandiri.

“Tapi harus ada pembicaraan dulu. Minimal 5 orang yang diuji swab ke tempat tinggal, maka gratis akomodasi. Biayanya tetap Rp 855 ribu,” ucapnya.

Demi meningkatkan pelayanan jemput bola. Yanuarni mengaku bahwa Rs St Elisabeth menyediakan mobil khusus, yang dimodifikasi agar memudahkan petugas melakukan tes swab ke rumah-rumah masyarakat.

Mobil jenis sport utility vehicle (SUV) ini terparkir depan laboratorium PCR milik RS Elisabeth Batam Kota. Mobil ini sudah dimodifikasi, di bagian kanan mobil ada disediakan sarung tangan untuk melakukan pengambilan sampel.

Kaca-kaca mobil juga diganti. Tentunya modifikasi ini agar memudahkan pengambilan sampel dan menghindari adanya infeksius.

“Kalau ambil sampel di Rumah Sakit, bisa juga. Ada ruang terbuka dan ada juga ruang khususnya. Apabila hujan di ruang khusus, cuaca cerah di ruang terbuka saja,” tuturnya.

Untuk uji swab ini, dibagi dalam dua tim. Satu tim terdiri dari beberapa orang, mulai pengambil uji swab, pengecekan sampel hingga dimasukan ke dalam PCR. “Saat ini kapasitas pemeriksaan kami 300 tes perhari ,” ucapnya.

Direktur Rs St Elisabeth Batam Kota, dr. Sahat Hamonangan Siahaan mengatakan dengan pengadaan labor PCR ini, dapat membantu masyarakat melakukan pemeriksaan mandiri. Dan hasilnya didapat lebih cepat.

“Areanya (labor) juga terpisah publik. Labor biasa dan PCR pun berbeda. Jadi standar WHO banget,” ucapnya. (*)

Reporter : Fiska Juanda
Editor : Andriani Susilawati