Home

Ketua KPK Ungkap Akan Tahan 2 Kepala Daerah Pekan Depan

Ketua KPK Firli Bahuri. (MUHAMAD ALI/JAWA POS)

batampos.id – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyampaikan, lembaga antirasuah akan menahan dua kepala daerah pada pekan depan. Namun, Firli tak membeberkan siapa sosok kepala daerah yang bakal ditahan KPK itu.

“Bapak lihat aja nanti, minggu depan ada dua orang lagi, bupati dan wali kota,” kata Firli pada acara Webinar Pembekalan Cakada melalui siaran daring, Selasa (10/11).

Baca jugKetua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyampaikan, lembaga antirasuah akan menahan dua kepala daerah pada pekan depan. Namun, Firli tak membeberkan siapa sosok kepala daerah yang bakal ditahan KPK itu.

“Bapak lihat aja nanti, minggu depan ada dua orang lagi, bupati dan wali kota,” kata Firli pada acara Webinar Pembekalan Cakada melalui siaran daring, Selasa (10/11).

Polisi jenderal bintang tiga itu enggan mengungkapkan identitas dua kepala daerah yang bakalan mendekam di rumah tahanan (rutan) KPK. Firli menyebut, KPK menaruh perhatian terhadap jalannya pemilihan kepala daerah, karena banyaknya kepala daerah yang tersandung kasus korupsi.

Firli menuturkan, KPK sudah menjerat 122 orang bupati/wali kota dan 21 orang gubernur yang terjerat kasus korupsi. Terlebih, 26 provinsi dari total 34 provinsi pun sudah terjerat korupsi.

“Sebaran korupsi terjadi di 26 provinsi, kalau begitu berarti hanya 8 yang tidak atau belum tertangkap, 26 dari 34,” cetus Firli.

Untuk diketahui, sepanjang 2020 KPK telah menahan tiga orang kepala daerah yakni Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bupati Kutai Timur Ismunandar dan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman.

Polisi jenderal bintang tiga itu enggan mengungkapkan identitas dua kepala daerah yang bakalan mendekam di rumah tahanan (rutan) KPK. Firli menyebut, KPK menaruh perhatian terhadap jalannya pemilihan kepala daerah, karena banyaknya kepala daerah yang tersandung kasus korupsi.

Firli menuturkan, KPK sudah menjerat 122 orang bupati/wali kota dan 21 orang gubernur yang terjerat kasus korupsi. Terlebih, 26 provinsi dari total 34 provinsi pun sudah terjerat korupsi.

“Sebaran korupsi terjadi di 26 provinsi, kalau begitu berarti hanya 8 yang tidak atau belum tertangkap, 26 dari 34,” cetus Firli.

Untuk diketahui, sepanjang 2020 KPK telah menahan tiga orang kepala daerah yakni Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bupati Kutai Timur Ismunandar dan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim