Metropolis

Gerakan #PeduliPMIBatam, Bantuan ke PMI Sudah Terkumpul Rp 700 Juta

batampos.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam telah meluncurkan gerakan dengan hastag #PeduliPMIBatam sejak, Minggu 1 November lalu. Setelah berjalan hampir tiga minggu, PMI Kota Batam telah mengumpulkan dana sekitar Rp 700 juta dari target sebesar Rp 1 miliar.

Gerakan #PeduliPMIBatam itu dilakukan akibat dari pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini sehingga berdampak pada turunnya minat masyarakan dalam mendonorkan darah maupun memberikan donasi. Akibatnya, PMI Kota Batam mengalami krisis akibat tidak adanya dana operasional.

Wakil Ketua Bidang Usaha dan Dana PMI Kota Batam, Asmin Patros mengatakan, donasi terbesar yang didapatkan PMI Kota Batam yakni dari yayasan Citra Mas Kabil sebesar Rp 300 juta. Donasi yang telah terkumpul tersebut, akan terus meningkat seiring dengan Pemko Batam yang akan segera mencairkan bantuannya ke PMI Kota Batam.

“Anggaran Rp 500 juta bantuan Pemko Batam sekarang dalam berproses. Mudah mudahan tidak ada perubahan apa-apa. Kemudian juga, bantuan juga dari provinsi ini juga baru berproses, jadi belum,” katanya.

Ia mengaku, sejak diluncurkannya gerakan #PeduliPMIBatam itu, banyak komunitas, yayasan, perorangan dan sebagainya ikut membantu PMI Kota Batam.

Terbaru adalah bantuan dari Lions Club Batam yang diserahkan pada Rabu (18/11) kemarin sebesar Rp 72.050.000. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 40.500.000 dan 500 kantong darah senilai Rp 31.550.000.

“Jadi Lions Club Batam ini setelah dengar PMI Kota Batam sedang kesulitan, mereka menginisiasi menghimpun dana dari club nya dan terkumpul sebesar Rp 72.050.000,” jelasnya.

Tidak hanya itu kata Asmin, Yayasan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Kota Batam juga menyampaikan bahwa mereka juga ingin ikut berpartisipasi dan membantu PMI Kota Batam. Sehingga dilakukan penandatanganan MoU antara PMI Kota Batam dan LAZ Kota Batam.

“Sebelumnya mereka sudah dua kali Jumat turun ke masjid menghimpun dana secara sukarela didonasikan. Ini mereka belum melaporkan hasilnya. Mereka akan berlangsung sebelum 31 Desember. Cuma mereka turun di masjid saja, ditambah lagi menyurati muzaki yang selama ini memberikan zakat,” bebernya.

Ia menambahkan, donasi yang diberikan itu nantinya akan digunakan PMI Kota Batam untuk menunjang operasional PMI Kota Batam. Pihaknya akan segera melakukan rapat dengan seluruh pimpinan di PMI untuk menentukan skala prioritas dalam penggunaan dana tersebut.

“Salah satunya kami ingin memperbaharui tempat penyimpanan darah yang sudah seharusnya diperbarui,” katanya.

Sementara itu, untuk bantuan 500 kantong darah itu kata Asmin, dapat mengcover kebutuhan PMI Kota Batam selama satu minggu. Dimana, untuk satu bulan PMI Kota Batam membutuhkan sedikitnya 2000 kantong darah.

“Sebetulnya masalah ini karena Covid. Karena Covid, pemerintah menggeser anggarannya. Makanya saat ini kami bersyukur banyak sekali organisasi dan orang perorangan yang terpanggil untuk membantu. Sehingga kesulitan PMI akan terselesaikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah PMI dr Novi menyampaikan, kebutuhan darah untuk masyarakat Kota Batam sangat tinggi. Dimana, pada bulan lalu sebanyak 2.400 kantong yang disalurkan ke rumah sakit.

“Masa pandemi ini untuk kebutuhan darah sangat meningkat dan sangat tinggi sekali. Sedangkan yang donor tidak ada,” katanya.

Sehingga, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut mendonorkan darahnya saat pandemi Covid-19 saat ini. Sebab, ia menegaskan bahwa penularan Covid-19 tidak melalui darah.

“Karena penularan itu dari droplet karena itu orang disuruh memakai masker. Grafik pendonor sejak pandemi kosong, bisa dibilang minus. Soalnya ketika ada kebutuhan, disitu tidak ada darah,” tuturnya.

Ia mengungkapkan jika stok darah yang ada saat ini merupakan stok darah pengganti dari keluarga yang membutuhkan darah.

“Kita takutkan itu seperti kemarin, ada kecelakaan di jam 03.00 pagi, jadi pendarahan aktif dan tidak mungkin juga kita suruh keluarga datang pagi-pagi jam 4 ke PMI. Karena pas ngantuk, mendonor tidak bagus juga. Takutnya, habis donor darah, pendonor malah pingsan. Itu yang kita takutkan,” imbuhnya. (*)

Reporter: Eggi Idriansyah
Editor: Andriani Susilawati