Metropolis

Kini, Air Bersih Mengalir 24 Jam

Kantor Pelayanan Pelanggan Air Minum BP Batam yang dioperasionalkan PT Moya yang berada di Batamcenter sudah mulai beroperasi melayani pelanggan air bersih, Selasa (17/11/2020). (F Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Tiga hari pasca masa transisi pengelolaan air dimulai pada Minggu (15/11/2020), distribusi air ke permukiman terpantau lancar. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam yang kini berada di bawah tanggung jawab Badan Pengusahaan (BP) Batam dan dioperasikan oleh Moya Indonesia, mendapat apresiasi dari masyarakat.

Bayu, warga Taman Sari Hijau, Tiban Baru, Sekupang, mengatakan sebelumnya, air hanya mengalir dari pukul 23.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Namun sekarang, air bersih sudah mengalir normal, bahkan kadang hingga 24 jam.

“Dulu air tidak naik ke RT 07 dan RT 08 Taman Sari Hijau. Makanya, sekarang kami sangat apresiasi sekali pekerjaan BP Batam dan Moya Indonesia. Semoga semakin sukses dan berjaya di masa mendatang,” kata Bayu, Selasa (17/11/2020).

Sementara itu, karyawan swasta, Santi Anjasmara, juga memuji kinerja BP Batam dan Moya. Tempat kerjanya yang berlokasi di Tanjung Riau, Sekupang, memang menjadi salah satu wilayah stress area, dimana air terkadang tidak mengalir pada siang hari.

“Ada sedikit kekhawatiran saat pergantian operator, karena air sering mati di Tanjung Riau. Syukurlah itu tidak terjadi dan sekarang air tambah lancar,” ungkap Santi sembari tersenyum.

Sementara Leo Lubis, warga Tiban Airis, Patam Lestari, Sekupang juga ikut memberikan jempolnya. Perumahan Tiban Airis merupakan perumahan baru tahun 2015, namun selalu mengalami kesulitan air. Air hanya mengalir pada pukul 22.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

“Selama menunggu air, mau tak mau harus begadang karena hidupnya belum tentu pukul 22.00 WIB, malah terkadang dini hari baru hidup,” ungkapnya. Ketika penggiliran air berlaku, maka air bisa tidak hidup selama dua hari. “Namun, sekarang bisa bernapas lega, karena air bisa dinikmati selama 24 jam,” pungkasnya. (*)

Reporter : Rifki Setiawan Lubis
Editor : Dede Hadi