Metropolis

Penumpang Berkurang, Jadwal Kapal ke Malaysia Tiga Hari Sekali


Penumpang yang berangkat atau yang datang harus menerapkan protokol kesehatan termasuk memperlihatkan hasil PCR, bisa juga langsung dilakukan test PCR di Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre. (f. Yashinta/Batam Pos)

batampos.id – Jumlah penumpang dari negara Malaysia yang datang melalui Pelabuhan Feri Internasional Batam Center mulai berkurang. Hal itu berdampak juga terhadap jadwal kedatangan kapal sekali tiga hari di tanggal ganjil.

Jumlah penumpang yang berangkat antar negara Batam-Malaysia-Singapura terjun bebas sejak merebaknya covid-19. Apalagi sejak pandemi, banyak aturan yang diterapkan untuk memutus mata rantai virus berbahaya ini.

Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Bata Center, Erik Mario Sihotang mengatakan perubahan jadwal kapal ini berlaku untuk tujuan Pasir Gudang Malaysia-Batam dan sebaliknya.

Biasanya, jadwal kapal tujuan daerah ini berangkat setiap tanggal ganjil. Sedangkan untuk tanggal genap yakni tujuan Situlanglaut-Batam dan sebaliknya sudah terlebih dahulu dikurangi menjadi 2 hari sekali.

“Jadi mulai besok, keberangkatan kapal setiap tanggal ganjil berangkat tiga hari sekali. Untuk tanggal genap masih dua hari sekali,” ujar Erik kepada Batam Pos.

Adanya perubahan jadwal keberangkatan kapal dikarenakan jumlah penumpang yang semakin sedikit. Apalagi jumlah Pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia yang dipulangkan jauh berkurang.

“Penumpang mulai sedikit, PMI tidak ada lagi,” terang Erik.

Sedangkan untuk kapal tujuan Singapura-Batam masih dua kali sehari, begitu juga untuk kapal yang berangkat.
Hal itu dikarenakan masih banyak penumpang yang merupakan pekerja dan memiliki permit.

“Untuk Singapura-Batam dan sebaliknya masih dua kapal. Yang berangkat, rata-rata pekerja yang memiliki permit,” imbuh Erik.

Disinggung untuk penumpang jalur TCA, menurut Erik hingga Selasa (17/11/2020), masih tercatat tiga penumpang. Ketiganya merupakan warga negara Singapura yang ada urusan bisnis di Batam.

“Hari ini datang satu lagi, jadi total penumpang dari jalur TCA ada 3 penumpang,” katanya.

Masih kata Erik, untuk jumlah kedatangan penumpang kemarin dari Singapura adalah 26 orang, sedangkan dari Malaysia ada 14 penumpang.

“Ini kedatangan dari 3 kapal, dua Singapura dan 1 Malaysia,” papar Erik.

Sementara beberapa waktu lalu, Manager Operasional Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Nika Astaga mengatakan sejak pandemi jumlah penumpang sudah sangat jauh berkurang. Bahkan dalam satu kapal yang berangkat atau datang, kadang hanya mengangkut satu penumpang.

“Sangat jauh berkurang. Biasanya perhari itu penumpang bisa 5.000-7.000an orang, sekarang bisa dihitung jari,” terang Nika.

Tak hanya itu, menurut Nika setiap penumpang yang datang dan berangkat wajib menerapkan protokol kesehatan. Mulai diukur suhu tubuh hingga memperlihatkan hasil swab atau PCR Covid-19.

“Protokol. Kesehatan itu wajib. Memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan,” papar Nika. (*)

Reporter: Yashinta
Editor: Andriani Susilawati