Nasional

Peringkat Global Islamic Indicator Indonesia Naik Satu Strip

BatamPos.id – Kabar baik di tengah pandemi Covid-19. Peringkat Indonesia di The State of The Global Islamic Economy (SGIE) mengalami kenaikan. Meskipun hanya naik satu peringat, Wakil Presiden Ma’ruf Amin me­nyampaikan rasa syukur.

Dalam sambutannya, Ma’ruf menyampaikan posisi Global Islamic Indicator Indonesia di laporan SGIE periode 2020/2021 berapa di peringkat keempat.

“Naik kelas dari perigkat lima di tahun 2018. Dan naik dari peringkat ke-10 di tahun sebelumnya,” katanya, Selasa (17/11/2020).

Ma’ruf menjelaskan, SGIE Report merupakan salah satu acuan penting. Isi laporannya memberikan informasi dan analisis terkini dalam pengembangan ekonomi Islam global. Dengan adanya laporan tersebut, masing-masing negara dapat saling mengetahui posisi, potensi yang dimiliki, serta kebutuhan yang diperlukan.

BACA JUGA: Muhammadiyah Sebut Regulasi Minuman Beralkohol Bukan Islamisasi

“Menurut laporan SGIE Report 2020/2021 peranan ekonomi Islam di Indonesia menunjukkan kemajuan yang pesat,” tuturnya.

Tidak hanya karena besarnya konsumsi produk halal di Indonesia. Tetapi juga peranan inovasi di bidang ekonomi Islam. Mulai dari sektor makanan, keuangan, pariwisata, fashion, kosmetik, farmasi, serta media rekreasi.

Ma’ruf menjelaskan, di dalam laporan tersebut, Indonesia masuk dalam sepuluh besar negara untuk masing-masing indikator itu. Indonesia juga dilaporkan berhasil membuat kebijakan yang menumbuhkan ekosistem ekonomi Islam. Diantaranya dengan disertai insentif yang mempermudah dunia industry dan investasi. Khususnya di bidang infrastruktur, produk, dan jasa halal.

’’Kenaikan peringkat ini harus kita maknai dengan tetap melanjutkan dan memperkokoh ekosistem ekonmoi Islam di Indonesia,’’ jelas Ma’ruf.

Sehingga dapat menadikan Indonesia sebagai produsen halal dunia. Selain itu ekonomi Islam di Indonesia dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Ma’ruf juga menyampaikan melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat itu, visi Indonesia menjadi global-hub ekonomi Syariah dan industri halal dunia dapat terwujud. Selain itu juga menjadikan ekonomi dan keuangan Syariah sebagai sumber perekonomian baru pasca pandemi Covid-19. (*/wan)