Ekonomi & Bisnis

UMKM Didorong Gunakan Teknologi Digital

Ilustrasi: Para pekerja UMKM (Antara)

batampos.id – Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya mengatakan, pihaknya terus mendorong UMKM dapat mengoptimalkan teknologi digital agar dapat menjalankan usahanya dari rumah dan terhubung ke ekosistem digital.

Eddy menyebut, di Indonesia ada sekitar 63 juta usaha mikro, 783 ribu usaha kecil, 60 ribuan usaha menengah dan 5 ribuan usaha besar. Namun, baru sekitar 14 persen UMKM di Indonesia yang terhubung dengan platform digital.

“Jadi sekitar delapan jutaan UMKM yang terhubung ke dunia digital ini yang harus kita tingkatkan,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (17/11).

Padahal, kata dia, Covid-19 telah menggerus penjualan dan terganggunya bahan baku bisnis. Selain UMKM, koperasi pun hampir sama situasinya. Sektor yang paling terdampak memang pada penyediaan akomodasi, makan dan minum, pedagang besar, eceran dan industri pengolahan.

BACA JUGA: UMKM Harus Tahu Digital

Ia memaparkan, Kementerian Koperasi dan UKM telah melakukan langkah-langkah guna membangkitkan sektor UMKM, seperti bantuan sosial, relaksasi dan restrukturisasi kredit, insentif pajak, digitalisasi UMKM, pembiayaan modal kerja, aktivasi dan perluasan penyerapan pasar dan konsolidasi brand.

“Untuk menjaga perekonomian di tengah pandemi, Kementerian Koperasi dan UKM sudah menyediakan langkah- langkah. Di antaranya bagi UMKM yang sudah bangkrut itu harus dibantu dengan bantuan langsung tunai,” kata Eddy.

Sedangkan UMKM atau koperasi yang masih beroperasi akan direstrukturisasi mulai dari kreditnya, pinjaman, masa pembayaranya, serta diberikan subsidi bunga. Selain itu, disediakan juga bantuan yang diutamakan untuk sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan. Di mana sektor yang menjadi tulang punggung ini di kuartal II dan III mampu tumbuh positif.

Kemudian, Ia menambahkan, secara bertahap bantuan untuk usaha dibidang kesehatan misalnya, refleksi, salon dan lainnya. “Kita siapkan langkah langkah itu. Kita juga menyiapkan keberlanjutan, salah satunya bagaimana kita branding UMKM ke depan,” tutupnya. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung