Covid-19

12 Tenaga Kesehatan Natuna Positif Covid-19

Ilustrasi orang terpapar virus Corona. (F.Bagus/Jawa Pos)

batampos.id – Kasus penularan virus Corona di Natuna terus mengalami peningkatan. BTKLPP Batam mengeluarkan hasil PCR swab yang dikirim dari Natuna dinyatakan ada 12 kasus baru positif Covid-19. Keseluruhannya tenaga kesehatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Natuna, Hikmat Aliansyah menjelaskan 12 temuan kasus baru adalah tenaga kesehatan. Yakni 11 orang tenaga kesehatan puskesmas Ranai dan 1 tenaga kesehatan di RSUD Natuna. “Hari ini kami menerima hasil PCR Swab dari BTKLPP Batam. Kasus Covid-19 bertambah 12 orang lagi,” sebut Hikmat, Rabu (18/11/2020).

Hikmat mengatakan saat ini angka penularan virus corona di Natuna sudah menembus 33 kasus. Angka tersebut sangat cepat setelah mulai terdeteksi bulan lalu. “Saat ini 25 pasien sedang dirawat. Tapi 7 pasien sudah dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal dunia. Masyarakat terus patuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Seperti di ketahui, sebelumnya dua tenaga medis di Puskesmas sudah dinyatakan positif. Sehingga puskesmas ditutup sementara sebelum hasil swab seluruh tenaga kesehatan dilakukan. Sementara Direktur RSUD Natuna, Imam Syafari mengatakan pihaknya sudah mengkhawatirkan pandemi Covid-19 di Natuna sejak ditemukan satu pasien positif terpapar.

Kecemasan ini katanya, kondisi lingkungan Natuna saat ini yang sebelumnya masih zona hijau. Sementara di daerah lain kasus Covid-19 sudah mulai melandai, tetapi di Natuna, kasus ini baru di mulai.

“Tentu dalam kasus ini kami sangat cemas. Karena dalam teorinya, kasus ini baru muncul itu permukaannya. Dan kasus dapat bertambah dengan cepat, jumlah pasien akan lebih dari sekarang,” ungkapnya.

Imam mengatakan, pihaknya sudah mencabut edaran menutup sementara pelayanan masyarakat di RSUD. Saat ini pelayanan IGD, poli umum dan lainnya sudah dibuka kembali. Diharapkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan dalam menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD.

Imam menilai, masyarakat perlu memahami persoalan pandemi Covid-19 saat ini. Terutama dalam memulihkan kesehatan pasien positif. Karena keseluruhan pasien tidak seharusnya dilakukan isolasi terpadu. Namun dapat dilakukan isolasi mandiri, karena dapat membantu secara psikologis pasien. Namun tetap dalam pengawasan.

“Kami tim gugus tugas Covid-19 juga perlu melakukan sosialisasi protokol ini kepada masyarakat. Supaya tidak menambah beban pasien dan mempercepat penyembuhan dan pemulihan,” ungkapnya. (*)

Reporter: Aulia
Editor: Tunggul