Bintan-Pinang

Banjir Rob di Tanjunguban Terjang Pintu Masuk Wisatawan, Marzuki: Kalau Tidak Dibenahi, Malu Kita

Seorang pengendara melintas di jalan yang tergenang air banjir rob akibat air laut pasang tinggi di Tanjunguban, Bintan Utara, Rabu (18/11/2020). (F.Slamet Nofasusanto/batampos.id)

batampos.id – Banjir rob yang diakibatkan air laut pasang tinggi menerjang kawasan di pintu masuk wisatawan yang berada di depan Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (18/11/2020) siang. Edi, warga yang memiliki kios di jalan Merdeka Tanjunguban mengatakan, setiap akhir tahun banjir rob kerap terjadi karena air laut pasang tinggi.

|BACA JUGAAlat Berat Amfibi Dikerahkan Keruk Drainase Agar Tiga Perumahan di Tanjunguncang Tak Kena Banjir Rob 

“Sudah 25 tahun saya di sini selalu banjir. Maunya jalannya ditinggikan,” ujar pria yang memilki usaha menjahit. Sementara, Ketua RW 04, Marzuki mengatakan, kalau air laut pasang, airnya masuk ke kawasan jalan dan kios jualan warga. Terlebih, menurutnya, banjir rob yang terjadi di depan pintu masuk wisatawan.

“Tidak pagi siang ataupun malam, wisatawan masuk dari pintu ini. Kalau tidak dibenahi, malu kita,” ujarnya. Ia berharap pemerintah membuat kolam sebagai tempat penampungan apabila banjir rob menerjang. “Kalau tidak, jalan di sini ditinggikan,” ujarnya.

Sementara Ketua RW 05, Jufri mengatakan, banjir rob terjadi setiap tahun namun kondisinya tidak seperti tahun sebelumnya. Karena pemerintah telah melebarkan parit sehingga tidak banyak masyarakat yang terkena dampak dari banjir rob itu.

“Kalau kondisi hujan bersama air laut pasang, air bisa masuk ke rumah. Tapi kalau sekarang ada satu dua rumah yang terdampak,” ujarnya. Untuk mengatasi persoalan ini, dia mengharapkan pembangunan kolam retensi dapat disegerakan agar banjir yang disebabkan air laut pasang dapat disedot ke kolam. Kemudian ketika air laut mulai surut, airnya bisa dibuang ke laut. (*)

Reporter: Slamet
Editor: Tunggul