Nasional

Dua Kapolda Dimutasi, PKS: Biasa Saja, Tak Ada yang Istimewa

Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Alhabsyi yang mengatakan, mutasi tersebut adalah hal yang biasa. Rotasi tersebut memang butuh penyegaran dan tidak ada yang luar biasa (dok JawaPos.cm)

batampos.id –  Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mencopot dua Kepala polisi daerah (Kapolda). Yakni Kapolda Metro Jaya dan Kapolda. Respons dan sorotan pun tertuju pada kebijakan Idham yang sebentar lagi akan pensiun.

Salah satunya, Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Alhabsyi yang mengatakan, mutasi tersebut adalah hal yang biasa. Rotasi tersebut memang butuh penyegaran dan tidak ada yang luar biasa

“Saya lihat ini mutasi yang biasa, tidak ada yang istimewa. Buktinya tanggal 12 kemarin IPW sudah memprediksi bakal ada mutasi di tubuh Polri. Memang butuh penyegaran, regenerasi juga harus berjalan, sudah waktunya ada pergeseran,” ujar Aboe Bakar kepada wartawan, Kamis (19/11).

Aboe juga menyampaikan terkait waktu pensiun Kapolri Jenderal Pol Idham Azis di awal 2021 harus dipastikan ada pengganti yang siap. Makanya dapat dipastikan dalam waktu dekat akan ada dua sampai tiga jenderal bintang dua yang bakal naik jadi bintang tiga.

“Para perwira yang naik menjadi bintang tiga itu dipastian akan masuk dalam bursa calon Kapolri untuk menggantikan Idham Azis,” katanya.

BACA JUGA: Kapolri Mutasi 626 Pejabat, Sahroni: Enggak Usah Dianggap Politis

Selain itu, lanjut Aboe, juga terdapat setidaknya 30 jenderal perwira Polri yang akan pensiun mulai dari bulan November, Desember, serta Januari 2020. “Tentunya posisi yang ditempati juga perlu diganti dengan yang baru,” ujar Sekjen PKS ini.

Aboe berharap para pengganti terpilih dapat segera beradaptasi terlebih menjelang Pilkada 2020 nanti. “Semoga para pejabat baru segera adaptasi dengan lapagan karena menjelang Pilkada. Misalkan saja di Kalsel ada Pilgub jadi Kapolda baru akan baik jika segera menyesuaikan,” tandas dia.

Diketahui, Kapolri Jenderal Idham Azis mencopot Inspektur Jenderal Nana Sudjana dari jabatan Kapolda Metro Jaya, dan Inspektur Jenderal Rudy Sufahradi dari jabatan Kapolda Jawa Barat.

Keduanya dicopot lantaran tak menegakkan protokol kesehatan. Pencopotan itu berdasarkan surat telegram Nomor ST3222/XI/Kep/2020 tanggal 16 November 2020.

Kapolda Jawa Timur Irjen Fadil Imran ditunjuk menggantikan posisi Nana sebagai Kapolda Metro Jaya. Sedangkan Nana dimutasi menjadi Kors Ahli Kapolri.

Kemudian, Asisten Logistik Kapolri Irjen Ahmad Dofiri ditunjuk menggantikan Rudy sebagai Kapolda Jabar. Sementara Rudy menjadi widyaiswara tingkat 1 Lemdiklat Polri. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim