Bintan-Pinang

Mayat Tanpa Kepala di Perairan Tanjunguban Memakai Celana Bola Bertuliskan Tumsler Footbali Club Sino 1890, Warna Hijau

Mayat yang ditemukan di perairan Tanjunguban saat dievakuasi ke pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Kamis (19/11). (F.Slamet Nofasusanto/batampos.id)

batampos.id– Warga Kampung Tanjungtalok, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam dihebohkan temuan mayat tanpa kepala yang mengapung di perairan Tanjunguban, Bintan, Kamis (19/11/2020) siang. Mayat ditemukan kali pertama oleh nelayan asal Kampung Tanjungtalok bernama Dar pada saat memancing ikan sekira pukul 10.40 WIB.

|BACA JUGA:Nelayan Teluk Sasah, Lobam Temukan Mayat Tanpa Kepala di Perairan Tanjunguban

Kejadian ini menghebohkan masyarakat Kampung Tanjungtalok yang kemudian berbondong-bondong ke pelantar Kampung Tanjungtalok. “Sudah tidak ada kepalanya,” ujar salah seorang nelayan.

Selain tanpa kepala, lengan kedua tangan juga sudah tidak ada, tulang kedua telapak kaki pun tidak ada dan kulit sepertinya sudah lembek. Kemudian tulang rusuk sudah menyatu sebagian tulang kaki sudah ditumbuhi teritip karang.

Mayat diduga laki-laki berusia 40an tahun itu memakai celana pendek semacam celana bola warna hijau bertuliskan tumsler footbali club sino 1890. Hal ini mengundang perhatian pemerintah dan aparat setempat setelah menerima laporan dari warga bahwa ada temuan mayat tanpa kepala.

Tidak lama kemudian mayat tanpa kepala dievakuasi aparat dibantu nelayan setempat ke Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban. Selanjutnya dibawa ke RSUD Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban untuk proses visum.

Kapolsek Bintan Utara Kompol Arbaridi Jumhur melalui Panit I Reskrim Polsek Bintan Utara Ipda Fajri mengatakan, awalnya laporan diterima masyarakat nelayan yang memancing. Kemudian mayat itu dibawa ke rumah sakit untuk visum. Sejauh ini, mayat tanpa kepala itu diduga berasal dari masyarakat luar Bintan karena sampai saat ini belum ada laporan kehilangan masyarakat Bintan.

“Karena sekarang sudah musim utara. Sepertinya korban memancing kemudian terjatuh dan tenggelam, diperkirakan kejadian sudah sangat lama,” ujarnya. Setelah visum awal, pihaknya berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk dimakamkan di TPU Taman Firdaus, Lobam. (*)

Reporter: Slamet
Editor: Tunggul