Metropolis

25.411 Pekerja Cairkan JHT, Mayoritas Korban PHK di Batam

batampos.id – Pekerja yang mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT) BP Jamsostek terus meningkat setiap bulannya. BP Jamsostek Batam Nagoya sebelumnya merilis, pekerja yang tak lagi bekerja di tempat sebelumnya dan mencairkan JHT dari Januari hingga September sebanyak 22.537 orang. Kemudian, pada November, BP Jamsostek merilis pencairan JHT dari Januari hingga Oktober sudah mencapai 25.411.

Kepala Kantor BP Jamsostek Batam Nagoya, Eko Yuyulianda, mengatakan, jumlah klaim tersebut akan bertambah mengingat kondisi perekonomian yang belum stabil akibat Covid-19, sehingga banyak perusahaan yang tidak beroperasi dan merumahkan sebagian karyawannya.

“Khususnya untuk klaim JHT, dimana sepanjang tahun 2020 ini, jumlah rata-rata pengajuan klaim Kantor Cabang Batam Nagoya mencapai angka 2.541 pekerja setiap bulannya,” katanya, kemarin.

Ia mengatakan, dari 25.411 orang yang mencairkan JHT, BP Jamsostek mengucurkan uang sebesar Rp 287,7 miliar. Selain membayarkan JHT para karyawan mayoritas korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini, BP Jamsostek juga mencairkan uang senilai Rp 23 miliar untuk 5.183 orang yang mengalami kecelakaan kerja. “Itu klaim JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja),” tuturnya.

Lalu, untuk Jaminan Kematian (JKM), BP Jamsostek mengucurkan Rp 6,1 miliar atas 158 kasus. Sementara itu, untuk Jaminan Pensiun, ada 2.097 kasus, dengan nilai pencairan sebesar Rp 1,8 miliar.

Eko memastikan, di tengah pandemi, BP Jamsostek akan tetap memberikan pelayanan prima ke masyarakat. Pelayanan ini bisa dilakukan dengan datang ke kantor atau secara online.
“Kami terus berinovasi memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Proses pencairan JHT yang dilakukan di kantor BP Jamsostek Batam Nagoya, kata Eko, dilakukan tanpa ada kontak fisik. Pekerja dan petugas hanya berinteraksi melalui layar yang sudah disediakan.

Terkait pencarian JHT, sebelumnya Eko mengatakan, jumlah pekerja Batam yang mencairkan JHT bisa jadi lebih besar dari data yang diterima BP Jamsostek Batam Nagoya.
Karena, saat ini pencairan dana JHT sudah bisa dilakukan dimana saja, walaupun terdaftar di BP Jamsostek Batam Nagoya.

“Bisa mencairkan di kampung halaman atau tempat lainnya. Atau juga bisa secara online,” ucapnya.

Sementara itu, dari data BP Jamsostek Sekupang, dari Januari hingga Oktober, terdapat 16.646 kasus klaim pencairan JHT. Kepala BP Jamsostek Batam Sekupang, Moch Faisal, membeberkan dana yang dikucurkan sebesar Rp 168,43 miliar.

Lalu, ada Rp 9 miliar untuk pembayaran sebanyak 1.403 kasus Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Sementara itu, untuk kasus Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 91 kasus dengan pembayaran nominal mencapai Rp 3,46 miliar dan terakhir Rp 1,3 miliar untuk pembayaran 1.224 kasus Jaminan Pensiun. (*)

Reporter: Fiska Juanda
Editor: Andriani Susilawati