Karimun

Syamsuddin Divonis Empat Bulan Penjara Kasus Tunggakan BPJS-TK

Penasehat hukum terdakwa Edwar Kelvin ketika melakukan pledoi sidang KDH Tahap 2. Dengan JPU melakukan tuntutan 6 bulan kepada terdakwa. (f.dok Kelvin Rambe untuk batampos.id)

batampos.id – Ketua Hakim Gracious dengan didampingi dua anggota Hakim Rikza Fauzandan Rifdah menjatuhkan vonis empat bulan penjara kepada terdakwa Dirut PT KDH Syamsuddin Bin H Daeng Maulloni dalam kasus pidana tunggakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) terhadap PT Kawasan Dinamika Harmonitama (KDH) sebesar Rp 432 juta lebih tahap dua, Kamis (19/11/2020) lalu.

”Apakah kedua belah pihak menyetujui putusan ini. Silakan, kami beri waktu dua pekan ke depan,” tanya Ketua Hakim Gracious kepada JPU dan penasehat hukum terdakwa.

Sementara itu penasehat hukum terdakwa Edwar Kelvin dan Partners ketika dikonfirmasi batampos.id mengungkapkan, pihaknya menerima hasil keputusan pengadilan. Sehingga, apabila dihitung sejak penahanan di Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun sampai sekarang sudah menjalani tiga bulan.

Dengan demikian, bisa dipastikan bulan Desember mendatang bisa menghirup udara segar dan dapat berkumpul dengan keluarga. ”Kita terimalah. Sekarang saya akan mengajukan asimilasi kepada pihak Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun terhadap kliennya,” terang Kelvin.

Apabila pengajuan asimilasi tersebut, disetujui oleh Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun. Maka, pada pekan depan kliennya bisa menjadi tahanan luar. ”Insyallah, mudah-mudahan dikabulkan pihak Rutanlah,” harapnya. Sedangkan, pihak JPU Kejaksaan Negeri Karimun Yogi yang sebelumnya telah melakukan tuntutan selama enam bulan mengatakan, pihaknya juga menerima hasil putusan tersebut.

”Sama kita juga terima hasil putusannya,” ucapnya. Maka, sidang kasus tunggakan BPJS-TK tahap kedua dari PT Kawasan Dinamika Harmonitama (KDH) sebesar Rp 432 juta. Kini sudah mempunyai ketetapan hukum yang sama dengan kasus yang sama. Dimana, sebelumnya dua terdakwa Indra Gunawa mantan Dirut dan M Yusuf mantan Direktur PT Kawasan Dinamika Harmonitama (KDH) juga diputus empat bulan penjara. (*)

Reporter : Tri Haryono
Editor : Tunggul