Karimun

Kapan Ya,,, Distribusi Air Bersih dari Perumda Karimun Lancar? 

batampos.id – Pendistribusian air bersih kepada pelanggan dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mulia Karimun masih terus dikeluhkan warga. Warga beralasan pihak Perumda selalu beralasan kalau ditanya seputar kapan distribusi air bersih lancar. ”Entahlah, aneh jawabannya pasti ada kebocoran, kalau tidak mesin terbakar. Sudah satu bulan kami tidak mendapatkan air bersih,” keluh Dina, warga jalan  Pertambangan Kamis (19/10/2020).

Hal senada juga diungkapkan Yadi warga perumahan di Kolong. Dirinya, merasa bigung permasalahan air bersih tidak pernah tuntas  hingga sekarang. Berbagai permasalahan, di tubuh perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Karimun ini selalu tidak pernah terselesaikan secara tuntas.

”Carut marut Perumda Tirta Mulia Karimun sudah menjadi buah bibir di kedai-kedai kopi. Entahlah, kapan air ini mengalir lagi. Katanya, rusak di wilayah Meral. Tapi, kenapa didaerah kota ini tidak jalan airnya,” keluhnya.

Sementara itu Pengawas Perumda Tirta Mulia Karimun yang sekaligus Plt Diretur M Tang mengatakan, adanya kerusakan mesin pompa utama yang berada di waduk Sei Bati dalam proses perbaikan. Sehingga, hanya satu mesin yang berfungsi dan selain itu juga terjadi kebocoran jaringan pipa transmisi di wilayah jalan Paya Rengas Kecamatan Meral.

Dengan terjadinya kebocoran pipa transmisi tersebut, maka tidak dapat didistribusikan air bersih kepada pelanggan di sejumlah wilayah yang ada di Kecamatan Meral seperti Sungai Pasir, Meral Kota, Kampung Bukit, Baran, Pantai Pak Imam dan wilayah Kolong.

”Untuk pipa yang bocor sudah kita perbaiki. Tapi, sekarang dalam proses pengisian air bersih ke pipa tersebut secara bertahan. Sehingga, besok (Jumat-red) baru bisa didistribusikan kepada pelanggan. Memang, cukup berat mengelola Perumda Tirta Mulia Karimun ini. Tapi, saya berharap ada pengertian kepada para pelanggan,” jawabnya.

Ditanya, kenapa wilayah kota Karimun turut mati dan tidak bisa menyalurkan air bersih kepada pelanggan. Ia menjelaskan, bahwa permasalahan yang terjadi mesin pompa utama yang berada di waduk Sei Bati rusak yang biasanya ada dua mesin. Maka, untuk pendistribusian air bersih dilakukan bergiliran.

”Doakan sajalah, alatnya segera sampai. Untuk di waduk Sentani juga mesinnya rusak, perlu dana yang besarlah itu. Tapi, kita atasi dahulu satu persatu dengan pinjam mesin pompa di Moro,” ungkapnya. (*)

Reporter : Tri Haryono
Editor : Tunggul