Bintan-Pinang

Peranan dan Kontribusi Tionghoa di Tanjungpinang dipamerkan di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah

Penampilan alat musik tradisional kecapi Tinghoa oleh salah seorang perwakilan dari organisasi Tionghoa di Tanjungpinang saat membukaan pemeran kontemporer di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kamis (19/11/2020). (F.Peri Irawan / batampos.id)

batampos.id–  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang membuka pameran budaya temporer dengan menampilkan sejarah, ekonomi, budaya pakaian adat Tionghoa di museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah.

Kadisbudpar Kota Tanjungpinang, Surjadi mengatakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan anggaran untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) museum sebesar Rp 700 juta dipergunakan untuk pemeliharaan, operasional dan untuk kegiatan yang sudah dimulai beberapa waktu lalu.

“Kegiatan pemeran budaya kontemporer ini terakhir, selama empat hari ke depan,” kata Surjadi, Kamis (19/11/2020). Disampaikan Surjadi, walaupun anggaran kegiatan terbatas, atas partisipasi dari warga Tionghoa dan beberapa organisasinya yang ikut membatu berpartisipasi dengan menampilkan berbagai benda sejarah dari Tionghoa.

“Termasuk obat-obatan tradisional, senjata tradisional dan sejarah masa lalunya yang kuat,”ujar Surjadi. Pameran itu juga bisa disaksikan secara daring melalui youtube dan instagram resminya Disbudpar Kota Tanjungpinang, sehingga dapat dipahami bahwa Tanjungpinang memiliki banyak sejarah dari berbagai etnis walupun payungnya tetap budaya Melayu.

“Semoga ini bisa memberi Informasi dan pencerahan kepada masyarakat dan pengunjung museum,” sebutnya. Setiap stan pada pemeran kontemporer itu sudah ada petugas yang menjaga untuk menjelaskan benda sejarah atau permainan tradisional yang ditampilkan agar masyarakat bisa mengetahui kisah yang sebenarnya dari benda tersebut. “Dijaga oleh petugas dari beberapa organisasi yang akan menjelaskan kepada pengunjung,” ucapnya. (*)

Reporter: Peri Irawan
Editor: Tunggul