Internasional

Cerita Pasangan Lansia Relawan Uji Vaksin Pfizer yang Manjur 95 Persen

Randal Custer dan istrinya, Susan Whitmore menjadi relawan uji vaksin Pfizer. (F.JawaPos.com/WCHS)

batampos.id – Kabar baik muncul terkait hasil akhir uji klinis vaksin Covid-19 dari Pfizer dengan tingkat kemanjuran hingga 95 persen. Salah satu subjek atau relawan yang menerima vaksin tersebut saat uji klinis yakni pasangan lansia asal Barboursville, West Virginia, Amerika Serikat, Randal Custer dan istrinya, Susan Whitmore.

Mereka menjadi relawan dalam bagian dari uji coba. Mereka mengatakan tidak pernah ada keraguan setelahnya dan saat ini merasa luar biasa sehat. “Saya agak terkejut dengan reaksi ketika saya ditawari, ‘Baiklah, Anda akan melakukan uji coba vaksin, apakah Anda tertarik?’ Saya bilang, ‘mengapa tidak,” kata Randal Custer kepada istrinya, Susan Whitmore seperti dilansir dari Eyewitness News, Kamis (19/11/2020).

Tanggapan dua kata sederhana itu mengubah hidup pasangan ini. “Saya menemukan satu di Columbus yang merupakan perusahaan riset bernama Pfizer,” kata Custer.

BACA JUGA: Pfizer Akan Mulai Program Percontohan Imunisasi Covid-19 di AS

Pasangan itu mengambil bagian dalam uji coba di Pfizer untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Baru minggu lalu, Pfizer merilis data awal yang menunjukkan vaksin Pfizer lebih dari 90 persen efektif. Dan hasil akhirnya kini sudah 95 persen.

Karena ini adalah eksperimen uji coba, tidak diketahui apakah peserta menerima plasebo atau vaksin Covid-19. “Plasebo dapat membuat Anda merasa pusing, atau Anda bahkan merasakan semacam gejala awal,” kata Associate Microbiology University West Virginia Profesor Ivan Martinez.

“Sulit untuk diketahui. Sejujurnya, Pfizer dan Moderna sama-sama menunjukkan bahwa ada beberapa sisi kecil efek samping ketika mereka menyuntikkan vaksin,” tambahnya.

BACA JUGA: Efektivitas Vaksin Covid-19 Pfizer Bisa Rangkul Kelompok Anti-Vaksin

Custer dan Whitmore telah menyelesaikan kedua putaran uji coba, masing-masing mengatakan bahwa mereka optimis. Dan mereka tak takut menjadi relawan ketimbang harus meninggal karena Covid-19.“Vaksin masalah ringan dibandingkan dengan kematian teman Anda. Kami punya tiga teman yang meninggal karena Covid-19,” kata Custer.

Whitmore mengatakan putrinya telah berbelanja untuk mereka sejak Maret dan melarang orang tuanya untuk ke luar rumah. “Saya mengatakan kepadanya, ‘sekarang setelah saya tahu bahwa saya telah mendapatkan vaksin, saya berkata mungkin saya harus berbelanja untuk Anda,” kata Whitmore tertawa.

Meski begitu mereka tetap disiplin memakai masker. “Orang perlu tahu bahwa mereka tetap perlu memakai masker. Perlu menjaga jarak sosial. Kami tidak mengadakan pesta Thanksgiving yang besar dengan keluarga dan teman,” tegasnya.

BACA JUGA: Pfizer-Sinopharm Menjanjikan, Virolog Minta Hentikan Politisasi Vaksin

Para profesional kesehatan mengatakan bahkan ketika vaksin dirilis, pedoman keselamatan harus tetap dipatuhi. Pasangan lansia itu makin bersemangat dengan hasil uji coba vaksin dan mereka bersemangat karena menjadi bagian dari sejarah.

“Saya hanya satu dari 25 ribu orang yang akan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam salah satu dari percobaan ini dan mengakhiri pandemi ini,” kata Custer.“Saya memang merasa umur saya tak lama lagi. Tapi ini salah satu hal paling berharga yang pernah saya lakukan,” tegasnya.(*)

Reporter : Jp Group
Editor : Dede Hadi