Metropolis

Ibu Pembunuh Bayinya Divonis 6 Tahun

batampos.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan hukuman pidana selama 6 tahun terhadap Efrasia Kolo. Wanita berusia 21 tahun ini dinilai terbukti sah dan menyakinkan membunuh bayi yang baru dilahirkannya.

Efrasia membunuh bayinya dengan cara dijerat dengan pita hitam sesaat usai dilahirkan. Jasad bayi malang itu dimasukkan ke dalam kantong plastik dan digantung di toilet. Tak sampai di situ, dua hari kemudian kantong plastik yang berisi mayat bayi dibuang bersama sampah rumah tangga.

Dalam amar putusan yang dibacakan pimpinan sidang, Hakim Hendri menjelaskan, sudah seharusnya terdakwa dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku, sebagaimana diatur dalam pasal 80 ayat 2 tentang perlindungan anak yang menyebabkan kematian.

”Hal yang meringankan terdakwa, merasa bersalah dan menyesali perbuataanya,” ujar hakim Hendri membacakan amar putusan dalam sidang online melalui video teleconfrence, Kamis (19/11/2020).

Hakim Hendri juga menyatakan, sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) dan menjatuhkan pidana kurungan badan selama 6 tahun. Wanita yang sebelumnya bekerja sebagai asisten rumah tangga ini juga diwajibkan membayar denda Rp 10 miliar, yang apabila tak dibayar, diganti subsider 6 bulan kurungan.

”Menghukum Efrasia dengan 6 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa ditahan. Atas vonis ini, terdakwa berhak pikir-pikir atau menerima putusan,” tegas hakim Hendri.
Mendengar vonis terhadap dirinya, Efrasia tampak terdiam. Ia tak bisa berkata apa-apa selain menghela nafas panjang. Beruntung saat itu terdakwa didampingi kuasa hukum, Eli Suwita secara online.

”Pikir-pikir yang mulia,” ujar pengacara yang akrab disapa wita ini, yang kemudian diakhir hakim Hendri dengan ketuk palu sidang menadakan perkara ditutup.

Diketahui, perbuataan Efrasia terungkap saat ditemukannya bungkusan plastik di tempat sampah Perumahan Citra Indah, Batam Kota. Bungkus plastik berlumuran darah itu ternyata berisi jasad bayi laki-laki yang sudah kaku.

Tak lama berselang, polisi berhasil mengamankan Efrasia yang merupakan asisten rumah tangga di salah satu rumah di Citra Indah tersebut. Dari keteranganya, bayi itu merupakan hasil hubungan gelap dengan pacar. Karena malu, ia pun membunuh bayi mungil itu setelah sempat menangis beberapa saat. (*)

Reporter: Yashinta
Editor: Andriani Susilawati