Politika

Logistik Pilkada Didistibusikan 5-8 Desember

Petugas surat suara melipat kertas surat suara calon gubernur dan wakil gubernur di Batuaji, Senin (16/11) lalu. Logistik Pilkada rencananya akan didistribusikan Awal Desember mendatang. (Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam akan mulai mendistribusikan logistik untuk keperluan pemilukada Batam dan Provinsi Kepri ke masing-masing kecamatan pada 5 Desember sampai 8 Desember 2020.

Ketua KPU kota Batam Herrigen Agusti mengatakan, saat ini KPU masih mempersiapkan sejumlah logistik seperti pelipatan surat suara calon gubernur dan wakil gubernur Kepri, dan menunggu kedatangan surat suara calon wali kota dan wakil walikota Batam yang direncanakan tiba pada 23 November 2020 mendatang.

“Untuk surat suara calon gubernur dan wakil gubernur direncanakan selesai dilipat hari ini,” kata Herrigen, Kamis (19/11).

Sementara itu untuk logistik lainnya seperti kotak suara dilanjutkan Herrigen, saat ini sudah selesai dirakit. Begitu juga dengan paku untuk mencoblos serta tinta sudah berada di gudang logistik KPU Batam.

“Untuk logistik kita anggap sudah beres. Tinggal menunggu surat suara calon wali kota dan wakil walikota. Selanjutnya pada 5 sampai 8 Desember kita akan distribuskan ke seluruh kecamatan,” terang Herrigen.

Komisioner KPU Kota Batam, William Seipatiratu mengatakan, pada pemungutan suara 9 Desember nanti akan ada 12 hal baru yang disepakati untuk ditetapkan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ini mengingat pilkada 2020 ditengah pendemi.

BACA JUGA: KPU Batam Mulai Lipat Surat Suara  

Adapun ke-12 hal baru yang harus diterapkan itu adalah, semua pihak wajib memakai masker, area TPS disemprot disinfekan secara berkala, semua pihak wajib diukur suhu tubuh, tinta ke jari pemilih ditetes bukan celup, petugas KPPS memakai alat pelindung diri seperti masker, baju hasmat dan faceshield. Wajib menyediakan Tersedia sarana cuci tangan di setiap TPS dan semua pihak wajib pakai sarung tangan.

“Wajib dijalankan karena aturannya mengacu pada protokol Covid-19,” katanya.

Willy menambahkan, selain itu setiap TPS wajib menyediakan handsanitizer, semua pihak wajib jaga jarak di TPS minimal satu meter. Pemilih datang ke TPS sesuai waktu yang tertera diundangan. Pemilih yang suhu tubuhnya diatas 37,30 akan mencoblos di bilik khusus. Terakhir semua pihak dilarang melakukan kontak fisik di area TPS.

“Kita sudah mulai sosialisasikan ke petugas PPK, PPS,dan KPPS. Termasuk juga masyarakat akan kita sampaikan. Sehingga ke depan 12 hal di TPS baru ini benar-benar bisa dijalankan ,” sebut William. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra
Editor: Jamil Qasim