Total Football

Madura United Ancam Keluar dari Kompetisi jika Tak Ada Kepastian

Para pemain Madura United saat menjalani latihan sebelum jeda kompetisi karena pandemi corona. (F. Vivin Agustin/Radar Madura)

batampos.id – PSSI berencana menggulirkan kompetisi pada Februari 2021. Hanya, sampai saat ini, belum ada jaminan apakah kompetisi benar-benar bisa berjalan.

Kondisi itu membuat gerah manajemen Madura United. Mereka meminta pihak federasi bersikap tegas. “Kami butuh penegasan dan jaminan bahwa Februari (2021) kompetisi betul-betul akan dilaksanakan,” kata Zia Ulhaq, direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB).

Mereka tidak ingin kompetisi tertunda lagi untuk kali ketiga. Lalu, bagaimana jika tidak kunjung ada kepastian soal kompetisi tahun depan? Manajemen Madura United akan mengambil sikap tegas.

“Kalau tidak ada jaminan dan ketegasan, kemungkinan besar klub mulai bulan depan akan menyatakan keluar dan tidak ikut serta dari tahapan kompetisi,” tegas Zia.

Sikap itu sudah menjadi keputusan manajemen. Sebab, selama kompetisi ditunda, pihak klub kelimpungan. Mereka harus menanggung beban finansial untuk membayar gaji para pemain. Karena itulah, jika tidak ada kepastian kapan kickoff kompetisi digelar, klub jelas akan terus dirugikan.

BACA JUGA: Madura United Masih Menunggu Kedatangan Matos

“Jangan sampai PSSI dan LIB merencanakan pelaksanaan kompetisi, sementara yang menanggung risiko hukum dengan pemain dan para pihak lainnya adalah klub,” jelasnya.

Risiko hukum yang dimaksud bukan hanya hubungan klub dengan pemain, pelatih, dan ofisial. Melainkan juga dengan pihak sponsor yang sudah menjalin kerja sama dengan klub.

Karena itu, kepastian kompetisi dibutuhkan agar klub bisa memberikan kepastian kepada berbagai pihak yang sudah menjalin kerja sama. “Harus segera ada jaminan Februari mendatang liga jalan. Sekaligus memastikan dan menjamin bahwa klub akan bebas dengan tuntutan hukum dari para pihak,” terang Zia.

Beruntung, sudah ada keputusan soal gaji. PSSI memberikan lampu hijau kepada klub untuk membayar gaji pemain maksimal 25 persen. Manajemen Madura United menghormati keputusan tersebut.

“Yang jelas, PSSI dan LIB harus memenuhi hak-hak klub yang telah disepakati sebelumnya,” katanya. Hak yang dimaksud adalah pembayaran hak komersial sebesar Rp 800 juta. Tapi, oleh PSSI, pembayaran hak komersial hanya akan diberikan 25 persen saja. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung