Covid-19

Masyarakat Abai, Covid-19 Akan Terus Menguras Keuangan Negara

Ilustrasi sampel Covid-19. (F Antara)

batampos.id – Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam, Budi Santoso melihat masih banyak masyarakat yang abai dengan protokol kesehatan. Akibatnya kasus Covid-19 di Kepri, khususnya Batam tetap tinggi setiap harinya.

Ia mengatakan, rata-rata sampel diterima setiap harinya di kisaran 500. Jumlah ini naik dibandingkan beberapa bulan sebelumnya dikisaran 300 sampel.

Apabila kasus Covid-19 tidak melambat atau melandai, kerugiannya akan tetap dirasakan masyarakat. Selain perekonomian ikut turun, Budi mengatakan, proyek pembangunan dilakukan pemerintah akan terhenti.

BACA JUGA:
BTKLPP Butuh Reagen Cepat Guna Memaksimalkan Pemeriksaan Sampel Covid-19
Membludak, TKLPP Terima 3.207 Sampel Covid-19 Dalam Sepekan
Reagen Mulai Habis, Pemprov Kepri Utang ke BNPB

“Karena penanganan Covid-19 ini, semua uang tersedot ke sini. Anggaran harusnya untuk bangun sekolah, bangun jalan, tingkatkan perekonomian masyarakat. Tapi larinya ke sini, sehhingga terjadi pemborosan keuangan negara,” tuturnya.

Budi mengatakan, anggaran negara akan terus tersedot, selama kasus Covid-19 terus bertambah. Namun masyarakat dapat membantu mengatasinya dengan cara mencegah penyebaran Covid-19.

“Patuhilah protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak. Hal-hal seperti ini dapat meminimalisir penyebaran Covid-19. Langkah ini bisa dapat menyelematkan keuangan negara,” ungkapnya.

Ia mengatakan BTKLPP Kelas I Batam meminta anggaran sebesar Rp 13 miliar untuk bahan habis pakai, seperti reagen, APD dan perlengkapan lainnya. Semakin banyak masyarakat sadar akan protokol kesehatan, anggaran sebesar itu tentu bisa diberdayakan untuk hal yang lainnya. (*)

Reporter: Fiska Juanda
Editor: Chahaya Simanjuntak