Metropolis

Pembangunan Pasar Induk Terbengkalai, Pedagang yang Telah Digusur Kembali Bangun Kios

batampos.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam hingga kini belum memulai pembangunan Pasar Induk Jodoh. Padahal, pedagang di sekitar pasar sebelumnya telah digusur untuk proses pembangunan. Tak heran, kini di area tersebut kembali ditempati puluhan kios dan pedagang untuk berjualan.

Pantauan Batam Pos di lokasi, Kamis (19/11/2020), di luar area tersebut dibangun pagar tembok tinggi. Namun, tetap ada akses masuk di sisi kiri pasar. Sedangkan di dalam area pagar, bangunan utama pasar belum sepenuhnya dirobohkan.

”Sejak ribut pembangunan pagar (tembok), sama sekali belum ada pengerjaan. Untunglah bagi kami, masih bisa berdagang,” ujar Farida, salah seorang pedagang di lokasi.

Dia menjelaskan, hingga saat ini tidak ada larangan untuk berdagang di dalam area. Bahkan, beberapa pedagang di luar area pasar sengaja membangun kios di lahan tersebut. ”Ini (kios) bangun sendiri. Siapa yang mau berdagang boleh saja, tidak ada larangan,” katanya.

Farida menambahkan, selain ditempati puluhan kios, lahan Pasar Induk tersebut digunakan untuk membongkar barang dagangan dari kontainer. Seperti sayur dan buah-buahan. ”Setiap hari ada kontainer masuk. Dibongkar tengah malam, barangnya untuk dijual di pasar pagi,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Titin, pedagang lainnya. Ia mengaku rencana Pemko Batam untuk membangun Pasar Induk Jodoh di lokasi hanya menyusahkan para pedagang di sekitar.
”Dulu mereka (Pemko) sibuk mau gusur, dan bangun pagar supaya tidak ada yang masuk. Setelah dipagar, malah tidak ada yang dikerjakan,” katanya.

Namun, ia mengaku senang dengan tidak adanya pembangunan di area tersebut. Sebab, ia dapat berdagang di tengah pandemi Covid-19. ”Kalau bisa enggak usah dibangun. Sekarang orang jualan susah, kalau dibangun dimana kami mau jualan lagi,” tutupnya.

Awal tahun lalu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED). Saat itu, juga tengah disiaplan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Amdal Lalu Lintas (Lalin).

Untuk diketahui, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR dan Kementerian Perdagangan bersedia membantu pembangunan pasar yang lama lapuk ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau menyebutkan, total anggaran yang disiapkan yakni Rp 200 miliar.
”Di pusat tidak ada masalah, tergantung siap atau tidak di Batam ini. Setelah penertiban ini, kami kejar Amdal Lalin dan Amdal-nya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, target pembangunan akan dilakukan tahun ini. Jika tidak, paling lambat Februari 2021 mendatang. ”Kita berharap pasar ini cepat terealisasi, ini untuk masyarakt Batam juga,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri
Editor: Andriani Susilawati