Sport

GP Portugal Jadi Akhir Kemitraan 15 Tahun Rossi dan Pabrikan Yamaha

Pembalap Monster Energy Yamaha asal Italia Valentino Rossi. (F. Lluis Gene/AFP)

batampos.id – Balapan di GP Portugal bakal jadi race sarat emosi bagi juara dunia sembilan kali Valentino Rossi. Race pamungkas MotoGP musim 2020 yang akan digelar di Portimao, akhir pekan ini menjadi akhir kemitraan Rossi dengan pabrikan Yamaha.

Ya, GP Portugal akan menjadi akhir 15 tahun kebersamaan Rossi dengan tim pabrikan Yamaha. Tentu saja Rossi tidak akan menyia-nyiakan momen spesial ini. Perebutan tempat kedua dan titel juara konstruksi menjadi hal yang layak untuk dipersembahkan bagi Yamaha.

Rossi, yang telah meraih tujuh titel di kelas premier, adalah salah satu dari beberapa pembalap yang bakal berpisah dengan timnya di akhir musim ini. Selain Rossi, juga ada Andrea Dovizioso yang bakal mengambil “cuti” dan Cal Crutchlow yang akan mengemban tugas sebagai test rider Yamaha tahun depan.

The Doctor, sementara itu, akan bergabung ke tim satelit Petronas Yamaha. Rossi akan bertukar peran dengan Fabio Quartararo yang akan menjadi tandem Maverick Vinales pada 2021.

“Minggu akan menjadi momen spesial karena ini adalah perjalanan panjang bersama,” kata Rossi di Portimao, Jumat (20/11) seperti dikutip AFP.

“Kisah kami dibagi menjadi dua bagian dan saya harus berterima kasih kepada setiap orang di Yamaha karena memberi saya kesempatan satu lagi setelah dua tahun bersama Ducati. Karena saya cukup putus asa, jadi bagi saya krusial untuk kembali ke tim pabrikan ini,” tambah Rossi.

“Bagian kedua juga sangat panjang. Kami menang lebih sedikit tetapi bagaimanapun itu adalah pengalaman hebat dengan banyak momen yang terlupakan. Tentunya saya akan sangat merindukan tim ini,” tuturnya.

BACA JUGA: Pembalap GRT Yamaha WSBK Junior Team Jadi Opsi Pengganti Rossi

Pol Espargaro, Jack Miller, Johann Zarco, dan Danilo Petrucci juga harus mengucapkan perpisahan dengan tim mereka usai balapan Portugal. Sedang Espargaro dan Miller memiliki peluang untuk memecahkan rekor apabila naik podium sebagai juara dan menjadi pebalap kesepuluh yang berbeda yang memenangi Grand Prix dalam satu musim MotoGP.

Berkaca pada kondisi satu bulan lalu, pembalap Suzuki Joan Mir tengah berjuang keras untuk bisa meraih gelar juara. Padahal saat itu peluang Mir untuk menjadi juara dunia baru terbuka lebar.

Pebalap Spanyol itu akhirnya mendapatkan kesempatannya dan menjuarai Grand Prix Eropa di Valencia untuk meraih kemenangan pertamanya satu pekan sebelum ia finis di posisi ketujuh di sirkuit yang sama untuk mengunci gelar juara dunia.

“Ini adalah hal yang saya perjuangkan sepanjang hidup saya, sejak saya berumur 10 tahun,” kata Mir. “Saya memiliki mimpi ini di benak saya dan saya tidak berhenti hingga saya meraih titel ini,” tambahnya.

Sementara itu, kompatriot dan rekan satu timnya Alex Rins sedang dalam perburuan peringkat kedua. Rins harus eksta kera berjuang lantaran hanya terpaut empat poin dari Franco Morbidelli dari tim Petronas Yamaha.

BACA JUGA: Juara MotoGP Jadi Kado Perayaan 100 Tahun Suzuki

Morbidelli tentu saja akan berusaya untuk menjaga momentumnya setelah berhasil finis pertama di Grand Prix Valencia akhir pekan lalu. Pembalap Italia ini finis 0,093 detik di depan Miller untuk mengklaim kemenangan ketiganya di musim ini.

Rins yang start dari posisi ke-14, tampil agresif setelah start dan berhasi finis keempat di balapan penultima itu. Konsistensi kedua pembalapnya membuat Suzuki Ecstar berambisi merebut titel konstruktor untuk disandingkan dengan gelar juara dunia pebalap dan tim yang telah mereka raih.

Tapi tentu saja ambisi Suzuki harus bertabrakan dengan Ducati. Pabrikan Bologna ini tak akan tinggal diam karena mengantongi poin yang sama dengan pabrikan asal Hamamatsu itu di klasemen konstruktor. Sedangkan Yamaha, secara matematis masih berpeluang meski terpaut 13 poin di peringkat tiga.

“Kami berharap untuk melengkapi tiga mahkota, itu akan sangat luar biasa,” kata manajer tim Suzuki Davide Brivio.

Sementgara itu, di garasi tim LCR Honda, Cal Crutchlow bersiap untuk penampilan terakhirnya sebagai pembalap. Crutchlow telah melakoni 168 balapan di kelas premier sejak debut pada 2011.Pembalap Inggris itu telah 19 kali naik podium termasuk tiga kemenangan Grand Prix.

Pembalap Ducati asal Italia Andrea Dovizioso. (F. Lluis Gene/AFP)

Demikian halnya dengan Dovizioso yang akan membalap untuk terakhir kalinya sebelum mengambil jeda di musim 2021. Hal ini dilakukannya karena slot pembalap di MotoGP sudah penuh. Sedangkan Espargaro akan hijrah dari KTM Factory Racing ke Repsol Honda menjadi tandem Marc Marquez tahun depan.

Miller mempersiapkan penampilan perpisahannya dengan tim Pramac Racing sebelum berstatus pebalap tim pabrikan Ducati tahun depan. Zarco dari tim Esponsorama Racing akan mengisi posisi yang ditinggalkan sang pebalap Australia itu. Sedangkan Petrucci meninggalkan Ducati untuk memperkuat tim Red Bull KTM Tech3. (*)

Reporter: Ryan Agung
Editor: Putut Aryo