Metropolis

Ribuan Jemaah Umrah Batam Jadwal Ulang, Usai Arab Saudi Kembali Tutup Akses Umrah bagi WN Indonesia

batampos.id – Pemerintah Arab Saudi kembali menutup proses visa umrah bagi jemaah asal Indonesia. Sebelumnya, umrah baru dibuka lagi untuk jemaah asal Indonesia per 1 November kemarin.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan, penutupan proses visa umrah terjadi setelah 13 jemaah asal Indonesia terkonfirmasi positif dari hasil tes PCR/SWAB yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Mereka diisolasi di hotel tempat jemaah menginap sampai 10 hari sejak terkonfirmasi positif.

“Pembukaan ibadah umrah bagi jemaah Indonesia kemarin sebagai uji coba. Hanya saja, ketika uji coba ini, ada 13 jemaah kita yang dinyatakan positif oleh Pemerintah Arab Saudi,” katanya, Kamis (19/11/2020).

Akibatnya, pemerintah Arab Saudi menutup kembali proses visa umrah bagi jemaah asal Indonesia. “Pemerintah Indonesia memaklumi kondisi ini. Untuk saat ini, kita hanya menunggu informasi kapan dibuka kembali ibadah umrah ini,” tuturnya.

Seperti diketahui, sejak umrah dibolehkan kembali, total ada 359 jemaah umrah asal Indonesia yang terbang ke Arab Saudi dalam tiga fase keberangkatan yakni tanggal 1, 3, dan 8 November 2020.

“Kita enggak tahu kena dari mana. Padahal sebelum berangkat, mereka di-swab. Sampai di sana jemaah dikarantina dan di-swab lagi. Namun nyatanya masih ada 13 jemaah yang positif sehingga menyebabkan Indonesia untuk sementara ditutup lagi,” bebernya.

Zulkarnain menambahkan, jemaah Batam yang batal berangkat atau jadwal ulang umrah sejak Maret 2020 sampai November 2020, mencapai seribuan orang.

“Cukup banyak jumlahnya, saya enggak hafal angka pastinya, yang jelas ada seribuan orang jemaah kita yang di re-schedule (jadwal ulang),” tambahnya.
Saat ini, lanjut Zulkarnain, jemaah umrah asal Kota Batam ini masih fokus menunggu keberangkatan pada Januari 2021 nanti.

Yang jelas, ini baru persiapan kita, belum tahu apakah dibuka lagi atau tidak kita masih menunggu informasi,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra
Editor: Andriani Susilawati