Nasional

Soerya: Mahasiswa Harus Optimistis Kepri Maju

Besok Digelar Wisuda Uniba Angkatan XVII Diikuti 603 Peserta

Ketua Senat UNIBA Dr HM Soerya Respationo, SH, MH. (Iman Wachyudi/Batam Pos)

batampos.id – Ketua Senat Universitas Batam (Uniba) Dr HM Soerya Respationo SH MH menyebutkan, Provinsi Kepri adalah provinsi yang kaya dan memiliki sumber pendapatan tidak sedikit.

Salah satunya, aktivitas konstruksi yang menjadi penyumbang pertumbuhan perekonomian cukup besar. Belum lagi industri pengolahan serta industri manufaktur. Sektor kesehatan, perhotelan, restoran, aneka jasa, shipyard (galangan kapal), offshore, digital, Meeting Incentive Convention and Exhibition (MICE), lalu Sumber Daya Alam (SDA) berupa aneka jenis ikan, pantai cantik dan lainnya.

‘’Kita harus optimistis. Semua adalah potensi besar yang bila dikelola dengan baik, akan menjadi modal besar untuk terus membangun Kepri dalam berbagai sektor kehidupan. Lalu siapa yang menggerakkan ini semua? Salah satunya adalah alumnus Uniba. Alumnus tadi telah bekerja sama dengan eksekutif, legislatif, pengusaha dan menjadi pengusaha. Ini perlu dilanjutkan dan ditingkatkan,’’ papar Soerya di Batam Centre, Kamis (19/11).

Hal ini disampaikan Soerya terkait 603 mahasiswa yang ikut dalam Wisuda Uniba Angkatan XVII Tahun Ajaran 2019/ 2020 di Kampus Uniba, Batam Kota, Sabtu (21/11). Wisuda ini akan memperkokoh posisi Uniba sebagai lembaga pencetak kaum intelektual yang siap pakai dan diterima mengabdi di manapun.

Sementara itu, Ketua Pengawas Dewan Yayasan Griya Husada Batam, Prof Dr Ir Jemmy Rumengan SH,SE,MM melanjutkan, acara akan dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X Prof Dr Herri MBA, Pjs Gubernur Kepri, Dr Drs H Bahtiar Baharudin MSi, Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum PhD.

Pelaksanaan wisuda papar Jemmy, telah dilaporkan ke Polresta Barelang, Polda Kepri. Juga telah mendapat surat Rekomendasi Penyelenggaraan Wisuda Uniba Nomor 124/ ST/ COVID-19/ X/ 2020 tetanggal 23 Oktober 2020 ditandatangani A.n. Sekretaris Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, H Jefridin MPd.

Wisudawan kata Jemmy terdiri dari empat program pasca sarjana (S2). Lalu dari sarjana (S1) untuk Program Kedokteran, Kebidanan, Perawat, Hukum, Manajamen, Akuntansi dan Teknik.

Jemmy optimistis, upaya Uniba untuk meng-up grade kualitas pendidikan dan mencerdaskan generasi Kepri berjalan semakin baik. Ini telah dan terus dilakukan Uniba dengan terus menambah jurusan. Sekaligus menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi tingkat nasional internasional. Juga mendatangkan ustaz, ekonom, birokrat, akademisi, Polri, TNI level nasional dan internasional di kampus kebanggaan Negeri Melayu ini. Dengan demikian, puluhan program studi (prodi) yang ada akan semakin kuat dengan hadirnya tokoh kaliber nasional di kampus kebanggaan masyarakat Kepri ini.

Satu hal lagi tegas Jemmy, Dirjen Dikti telah mengeluarkan kebijakan bahwa Indonesia telah memiliki lebih dari 2.000 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Sekarang ini yang lebih diutamakan adalah pembinaan dan pembenahan PTS dan PTN agar lebih mampu bersaing serta bisa menjawab kebutuhan dunia tenaga kerja.

”Apakah calon mahasiswa masih mau memilih perguruan tinggi yang mahal? Sementara ada PTS yang kualitasnya sama dengan PTN, dan biaya pendidikan di PTS ini juga relatif murah. Pergi keluar daerah, juga menjadi satu sebab pelarian pendapatan daerah dari berbagai sektor. Bagaimanapun, semua tergantung kepada masyarakat,” sebut Jemmy.

Di dunia yang serba global dan bebas sekarang ini lanjut Jemmy, PTS bisa menepuk dada dan berbangga diri. Walau sejak lama tidak disubsidi oleh pemerintah, PTS juga bekerja dan menggali pendapatan sendiri. Ternyata, pada perkembangan selanjutnya, sistem PTS malah dijadikan contoh oleh pemerintah dalam mengelola sebuah unversitas atau perguruan tinggi.

Uniba kata Jemmy, telah terbiasa mandiri dan berani. Sikap mandiri dan berani ini ditularkan kepada para mahasiswa agar tidak takut mandiri dan berani mengambil kebijakan untuk kebaikan masyarakat, daerah dan bangsa. (*)

Reporter: Suprizal Tanjung
Editor : Jamil Qasim