Home

KPU Gelar Simulasi Serentak Tungsura di 157 Daerah

Petugas surat suara melipat kertas surat suara calon gubernur dan wakil gubernur di Batuaji, Senin (16/11) lalu. Logistik Pilkada rencananya akan didistribusikan Awal Desember mendatang. (Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos.id – Penyelenggara terus memantapkan persiapan jelang pemungutan dan penghitungan suara (tungsura) pilkada 2020 yang akan digelar 19 hari lagi. Salah satu upayanya adalah menggelar simulasi coblosan serentak di berbagai penjuru wilayah pada hari ini (21/11).

Simulasi dibutuhkan demi mengingatkan proses di tempat pemungutan suara (TPS) kali ini akan berbeda, akibat adanya pandemi Covid-19. Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik menyatakan, ratusan daerah siap melaksanakan simulasi tungsura. “Menurut data, ada 157 kabupaten/kota,” ujarnya kemarin (20/11).

Simulasi itu tersebar merata mulai Sumatera hingga Papua. Beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur pun ikut serta. Sebut saja Sragen, Pemalang, Kota Semarang, Pekalongan, Blitar, Kota Pasuruan, Ponorogo, dan Mojokerto.

Simulasi serentak nasional itu sekaligus uji coba KPU dalam penerapan sistem informasi rekapitulasi (sirekap). Sebagaimana kesepakatan dengan Komisi II DPR RI, sirekap digunakan sebagai alat bantu dan publikasi perolehan suara pilkada. Sementara rujukan resmi tungsura pilkada tetap menggunakan rekapitulasi manual.

Terpisah, peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) Rizqan Kariema Mustafa mengingatkan, selain menyiapkan teknis penyelenggaraan, KPU perlu lebih masif mengajak partisipasi masyarakat.

Target 77,5 persen partisipasi pemilih dinilai berat jika tidak ada upaya progresif dari penyelenggara. “Apalagi diadakan di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Data itu sedikit banyak terpotret dari hasil survei indikator politik bulan lalu. Sebanyak 43,9 persen pemilih menyatakan akan datang ke TPS. Sementara 42,7 persen pemilih mungkin tidak datang dan 13,4 persen tidak menjawab.

BACA JUGA: KPU akan Rekapitulasi Pilkada 2020 dengan Sirekap

Menurut dia, penyelenggara pemilu harus bisa memberikan jaminan bahwa proses pemungutan suara akan berjalan tanpa menimbulkan risiko penularan. “Target partisipasi akan terealisasi apabila KPU dapat meyakinkan masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo meminta para pengawas mulai mendeteksi titik rawan pelanggaran. Dia menilai, jelang pemungutan suara, potensi pelanggaran makin kuat, khususnya politik uang. “Terkadang dilakukan melalui silent operation atau cara senyap,” ujarnya.

Dewi mengingatkan agar panwas juga mengawasi terpenuhinya prokes pencegahan Covid-19 saat pemungutan suara. Selain itu, panwas diminta turut memastikan warga yang tercatat di DPT dapat menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember nanti.

“Warga yang telah memiliki hak pilih sudah mendapatkan formulir C6 dan itu tiga hari sebelum hari pemungutan suara,” imbuhnya.

Terpisah, Kodam Jaya kemarin melaksanakan apel gelar pasukan guna memastikan kembali kesiapan pengamanan tahapan pilkada. Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengungkapkan, ada dua daerah di wilayah instansinya yang dia pimpin melaksanakan pilkada serentak. Yakni, Kota Tangerang Selatan dan Depok.

”Bahwa TNI, Polri, maupun satpol PP sudah siap menyukseskan dalam rangka mengamankan pilkada,” katanya. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung