Home

Program Padat Karya KLHK, Lima KT Karimun Tanam 113 Hektare Mangrove

Penanaman Mangrove melalui Program Padat Karya KLHK di Kundur. (F Enol/Batam Pos)

batampos.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Seijang Duriangkang telah melaksanakan program padat karya penanaman mangrove di Kabupaten Karimun.

Kegiatan yang diikuti lima Kelompok Tani (KT) tersebar di Pulau Kundur,
dan Karimun ini, sebagai upaya KLH menggerakan ekonomi masyarakat pesisir
di masa pandemi Covid 19 sekaligus memulihkan lingkungan.

Adapun luas program padat karya penanaman mangrove di Kabupaten Karimun
mencapai 113 hektare. Lokasi kegiatan tersebar di lima titik di Pulau
Kundur, dan Pulau Karimun.

“Alhamdulillah, kegiatan dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi
Nasional ini berjalan lancar. Artinya, lima kelompok tani di Kabupaten
Karimun telah mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari program padat
karya mangrove,” ungkap Penanggungjawab Kegiatan PEN Program Padat Karya
Penanaman Mangrov dari BPDASHL Seijang Duriangkang, Aswan Basri SPi,
Jumat (20/11) lalu.

Disampaikan Aswan, lima kelompok tani yang mengikuti program padat karya
masing-masing KT Pesisir Pulau Terluar, Desa Pelambung, Kecamatan Tebing.
KT berjumlah 99 anggota ini melakukan penanaman mangrove seluas 39
hektare dengan 4 orang pendamping.

Kemudian KT Mukalimus, Kundur beranggotakan 36 orang, dan empat
pendamping melakukan penanaman mangrove seluas 14 hektare. Lalu KT Layang
Bersatu berangota 35 orang, dan satu pendamping menggarap seluas 13
hektare.

KT Keramat Layang Bersatu (Kobel), Kecamatan Kundur Barat. Kelompok
beranggota 100 orang, dan tiga pendamping ini, menanam mangrove seluas 33
hektare. Terakhir, KT Mata Air beranggotakan 72 orang, dan dua pendamping
menanam mangrove seluas 14 hektare.

“Selama program pelaksanaan, BPDASHL Seijang Duriangkang turut memberikan
pendampingan. Mulai dari verifikasi lokasi sampai memastikan ketersediaan
bibit,” papar Aswan.

Terpisah, Ketua KT Pesisir Pulau Terluar Desa Pelambung, Denni Heriadi
mengaku, program padat karya dari KLH sangat membantu masyarakat di masa
sulit pandemi. Dimana masyarakat yang terlibat dalam kegiatan memperoleh
upah sebesar Rp140 ribu untuk satu hari orang kerja (HOK).

“Alhamdulillah, dari program ini anggota kelompok bisa mendapatkan
penghasilan. Dan ini sangat bernilai artinya di masa pandemi. Untuk itu,
kami sangat berterima kasih kepada KLHK melalui BPDASLH Seijang
Duriangkang,” ungkap Denni Heriadi.

Oleh karenanya, lanjut Denni, program padat karya KLHK dapat terus
berkelanjutan. Selain mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional di tengah
pandemik Covid 19, juga selaras dalam pelestarian ekosistem lingkungan.

“Program ini harus berkelanjutan. Karena sangat besar manfaatnya dalam
membantu masyarakat untuk menambah penghasilan di tengah pandemi Covid
19,” pinta Denni.

Program padat karya mangrove KLHK merupakan bagian dari upaya Pemulihan
Ekonomi Nasional (PEN). KLHK melaksanakan Kegiatan Padat Karya Penanaman
Mangrove seluas 15.000 ha dengan melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH)
yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Selain untuk meningkatkan luasan habitat mangrove, hal ini juga
dilaksanakan dalam rangka pemenuhan lapangan pekerjaan, dan peningkatan
daya beli masyarakat di sekitar pesisir pantai. (*)

Reporter: Ichwanul F
Editor: Chahaya Simanjuntak