Metropolis

Upah Minimum Kota (UMK) Tahun 2021 Kota Tanjungpinang Naik

(pixabay)

batampos.id – Upah Minimum Kota (UMK) Tahun 2021 Kota Tanjungpinang naik.

Kepala Dinas Tenaga dan Transmigrasi (Disnaketrans) Provinsi Kepri, Mangara Simarmata mengatakan Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin sudah memutuskan nilai Upah Minimum Kota (UMK) Kabupaten/Kota Tahun 2021. Batam dan Tanjungpinang mengalami kenaikan, meskipun nilainya kecil.

“Untuk UMK Kota Tanjungpinang mengalami kenaikan sebesar 0,2 persen atau Rp6.013 dari besaran UMK Tahun 2020 Rp3.006.999,” jelas Mangara.

BACA JUGA: UMK Batam 2021 Naik menjadi Rp4.150.930

Dikatakannya juga, Pemerintah Provinsi Kepri telah melakukan koordinasi terkait rekomendasi dari Dewan Pengupahan Provinsi, rekomendasi dari Bupati/Walikota dan mempertimbangkan Surat Edaran Menteri ketenagakerjaan terkait kondisi perekonomian dan Ketenagakerjaan pada masa pandemi covid-19 serta dalam rangka melindungi keberlangsungan kerja bagi pekerja/buruh dan menjaga keberlangsungan usaha

Bahwa Gubernur dengan kebijakannya setelah menerima saran dan pertimbangan terkait hasil koodinasi dari pemerintah provinsi Kepri dan Surat Edaran Menteri ketenagakerjaan, telah menerbitkan Surat Keputusan Gubernur tentang penetapan upah minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2021.

Masih kata Mangara, Upah Minimum Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2021 yang sudah diputuskan diberlakukan hanya bagi pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, sedangkan untuk yang di atas 1 (satu) tahun, terlebih dahulu dilakukan melalui musyawarah dan perundingan antara Pekerja/Serikat Buruh bersama Pengusaha dengan sebaik-baiknya, yang dituangkan dalam ketentuan struktur dan skala upah untuk diberlakukan di perusahaan.

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengharapkan semua pihak dan seluruh elemen masyarakat untuk menghargai keputusan ini serta tetap memelihara dan meningkatkan iklim investasi yang kondusif di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau, sehingga kebijakan pengupahan yang telah diambil dapat menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi,” tutup Mangara.(*)

 

Reporter: Jaelani
Editor: Putut Ariyo