Ekonomi & Bisnis

BC Kepri Tawarkan Konsep PLB Apung di Natuna

Tim Task Force Percepatan PEN BC Kepri saat berdiskusi dengan Pemkab Natuna tentang pembentukan PLB Apung. (f.BC Kepri untuk batampos.id)

batampos.id – Dalam rangka Pemlihan Ekonomi Nasional (PEN), Bea Cukai Kepulauan Riau terus melakukan audiensi bersama
pemerintah daerah dan pelaku usaha. Setelah, audensi di Kabupaten Karimun, kali ini BC Kepri melakukan audiensi di Kabupaten Natuna dalam rangka menggenjot ekspor komoditas perikanan yang memilik potensi cukup besar di Kepri ini.

”Disini kita menawarkan konsep Pusat Logistik Berikat (PLB) apung di Kabupaten Natuna. Agar, logistik keperluan para pelaku
usaha seperti suplay bahan baku seperti es, bbm, serta kebutuhan logistik lainnya dapat terjangkau. Supaya kebutuhan operasional¬† bisa terpenuhi dan bisa mengoptimalkan produksi untuk ekspor nantinya,” jelas Kepala Seksi Pabean dan Cukai Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, Minggu (22/11/2020) dalam siaran persnya.

Seperti yang diketahui BC Kepri telah membentuk Tim Task Force Percepatan PEN, yang didedikasikan untuk terus melakukan
upaya mempermudah dan memfasilitasi para pelaku usaha untuk melakukan ekspor.

”Inilah komitmen kita (BC Kepri-red), untuk memberikan kemudahan kepada para pelaku usaha. Dalam, meningkatkan ekspor perikanan di Kepri. Dan, mendorong serta dukungan penuh kepada pelaku usaha ekspor terkait prosedur ekspor, pengurangan biaya produksi dan logistik (supply chain bahan baku, pertumbuhan tenaga kerja dan efesiensi cost logistic). Juga, pengembangan produk (diversifikasi produk), pemanfaatan fasilitas kepabeanan sehingga ekspor komoditas perikanan yang kita dimiliki dapat lebih memiliki daya saing di pasar internasional,” tuturnya.

Sementara itu Muhammad Syahirul Alim, Kepala KPPBC TMP B Tanjung Pinang menyebutkan bahwa komoditas perikanan
merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi ekspor terbesar. ”Komoditas perikanan yang ada di Natuna begitu melimpah. Maka, kita berupaya keras untuk dapat memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau,” kata Alim.

Dirinya juga menambahkan, disaat pandemi Covid-19 yang belum kunjung kapan selesainya. Sehingga, berdampak terhadap
penurunan ekspor saat ini. ”Dalam dua bulan terakhir ini ada penurunan ekspor ikan. Maka, kita harus lawan dengan terus produksi perikanan tangkap yang berorientasi ekspor sebagai upaya untuk mendukung pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional,” ungkapnya.

Dengan demikian, Pemkab Natuna sendiri bisa meningkatkan produksi perikanan dengan sinergi yang lebih antara setiap
pemangku kepentingan. Di samping itu perlunya aset atau alat produksi yang lebih baik daripada kebanyakan yang dimiliki nelayan tradisional pada saat ini, yaitu kapal dengan ukuran 5GT. (*)

Reporter : Tri Haryono
Editor : Tunggul