Home

8 Sindikat Nakorba Divonis Mati

Tiga Orang Warga Negara Malaysia

Tiga WN Malaysia, Kumar Atchababoo, Rajandran Ramasamy, dan Sanggar Ramasamy, serta enam WNI, Hiklas Saputra, Dedi Irawan, Samsul Abidin, Ari Pandi, dan Junari divonis mati dalam sidang secara online di PN Batam, Senin (23/11). (Yashinta/Batam Pos)

batampos.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam mengambil keputusan tegas dengan menjatuhkan vonis mati terhadap delapan terdakwa jaringan narkoba internasional pada persidangan putusan di PN Batam, Senin (23/11).

Tiga di antaranya warga negara asal Malaysia, yakni Kumar Atchababoo, Rajandran Ramasamy, dan Sanggar Ramasamy. Sedangkan lima terdakwa lainnya, warga negara Indonesia, yakni Hiklas Saputra, Dedi Irawan, Samsul Abidin, Ari Pandi alias Pandi, dan Junari alias Ijun.

Putusan hukuman terhadap para terdakwa dibacakan secara online melalui video teleconference dari PN Batam. Pimpinan sidang, hakim Yona Lamerosa menjelaskan, majelis hakim telah mempertimbangkan hukuman terhadap terdakwa. Yang dipertimbangkan dari fakta-fakta persidangan mulai dari keterangan saksi hingga terdakwa.

Advertisement

”Hukuman yang diberikan kepada terdakwa bukan untuk azas balas dendam. Namun sebagai pelajaran untuk masyarakat lainnya,” ujar Yona.

Dijelaskan Yona, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa adalah tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan narkotika, merusak generasi bangsa.

”Perbuatan terdakwa termasuk kejahatan luar biasa. Apalagi untuk terdakwa Hiklas, Dedi Irawan, dan Pandi yang sebelumnya pernah dihukum dengan kasus yang sama,” terang Yona.

Sedangkan untuk hal meringankan, tidak ada. Sehingga sudah seharusnya para terdakwa dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku atas pelanggaran pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

”Menjatuhkan pidana mati terhadap Kumar Atchababoo, Rajandran Ramasamy, Sanggar Ramasamy, Hiklas Saputra, Dedi Irawan, Samsul Abidin, Ari Pandi alias Pandi, dan Junari alias Ijun,” tegas Yona. Atas putusan itu, lanjut Yona, para terdakwa berhak menerima atau mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

BACA JUGA: Dua Pesta Narkoba Digerebek Satnarkoba Polres Tanjungpinang, 8 Pelaku Positif Konsumsi Narkoba 

Dalam kesempatan itu, kuasa hukum para terdakwa, Elly Suwita, menyatakan pikir-pikir untuk putusan tersebut.

Diketahui, kedelepan terdakwa terbukti melakukan dengan bekerja sama untuk mengedarkan barang haram jenis sabu di Indonesia. Peranan dari para terdakwa berbeda-beda. Tiga WN Malaysia diduga sebagai penyelundup sabu dari Malaysia ke Batam dengan menggunakan speed boat yang dijemput dua terdakwa lainnya.

Rencananya, sabu seberat 28,7 kilogram (kg) itu akan dibawa ke Palembang untuk dijual. Sementara, peran tiga terdakwa lainnya adalah pengedar dan kurir, yang rencana akan mengedarkan sabu di Palembang.

Untuk diketahui, tiga WN Malaysia tersebut ditangkap pada Minggu, 12 Januari 2020 lalu, pukul 19.30 WIB, di perairan sekitar Pulau Putri, Nongsa, Kota Batam, Kepri. Sedangkan enam WN Indonesia ditangkap pada waktu dan tempat berbeda.

Antar Sabu ke Batam, WN Malaysia Dibekuk

WN Malaysia seperti tak jera menyelundupkan sabu ke Indonesia, khususnya Batam. Kasus terbaru, dua WN negeri jiran itu, yakni Joni alias John dan Moktar Nasrul Shafiq ditangkap Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri, atas kepemilikan sabu seberat 1 kg, 15 November 2020 lalu. Mereka ditangkap di Jalan Sei Ijang, Sagulung, Batam. Selain itu, polisi juga mengamankan seorang wanita, Rhanticha yang menjemput keduanya.

”Salah seorang dari WN Malaysia, Moktar Nasruk Shafiq merupakan pemilik narkoba,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Mudji Supriadi, Senin (23/11).

Kepada polisi, Moktar dan John mengaku baru sekali ini membawa narkoba ke Batam. Moktar diketahui adalah bandar di Malaysia. Ia membawa sendiri narkoba itu ke Batam untuk dijual begitu ada pesanan. ”Dia (Moktar, red) pemilik barang. Tapi belum tahu mau jual ke siapa, masih menunggu,” ujar Mudji.

Mudji mengatakan, penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang menyebutkan akan ada transaksi narkoba di perairan OPL (Out Port Limit), perbatasan Indonesia dan Malaysia. Tim Ditresnarkoba dipimpin Wadirnarkoba Polda Kepri, AKBP Dasmin Ginting, dan Kasubdit 2, Kompol Henry Andar H Sibarani, melakukan observasi di perairan perbatasan kedua negara. Namun, tidak ditemukan hal-hal mencurigakan.

Lalu, tim bergerak ke Pelabuhan Sagulung, karena mendapatkan informasi lagi ada yang membawa narkoba. Sesampai di Pelabuhan Sagulung, polisi mengamankan John dan Moktar. ”Lalu ada yang menjemput dua orang ini, perempuan (Rhanticha),” sebutnya.

Selain mengamankan barang bukti sabu, polisi juga mendapati 10 butir pil happy five. Mudji mengaku jajarannya masih megembangkan kasus tersebut. ”WNA ini sudah kami amankan di Mapolda Kepri,” ujarnya. (*)

Reporter : Yashinta dan Fiska Juanda
Editor : Jamil Qasim