Ekonomi & Bisnis

SUN Energy Dorong Penggunaan Energi Baru

Bisnis energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga surya melalui solar panel, menjadi salah satu sektor yang menarik untuk dikembangkan. f. JPGROUP

batampos.id – Hampir semua aktivitas keseharian tidak bisa lepas dari ketergantungan terhadap energi yang tidak terbarukan. Energi yang tidak terbarukan mempunyai batas pakai karena jumlahnya yang terbatas dan tidak akan bisa di produksi kembali. Eksploitasi yang berlebihan akan membuat suplai dari energi yang tidak terbarukan menjadi lebih cepat habis dan mungkin tidak akan menyisakan banyak di masa mendatang.

Salah satu cara yang saat ini sedang banyak dicoba adalah dengan menggunakan energi terbarukan. Energi terbarukan merupakan salah satu bentuk energi alternatif yang bisa dipakai sebagai energi utama dalam kehidupan sehari-hari. Energi terbarukan sendiri banyak macamnya seperti energi surya yang pengaplikasiannya juga sudah mulai banyak ditemui di dunia industri maupun rumah tangga.

SUN Energy sebagai perusahaan lokal dengan pengalaman proyek internasional, dengan slogan “Electrifying Indonesia Sustainably” memiliki visi dan komitmen untuk terus mendorong penggunaan energi baru terbarukan terutama energi surya di Indonesia.

Advertisement

Pada saat webinar Exclusive Interview yang diadakan pada Jumat (20/11), Dion Jefferson, Chief Commercial Officer SUN Energy mengungkapkan, “Sebagaimana perusahaan yang ingin terus bertumbuh dan berkontribusi terhadap target pembangunan Pemerintah, kami sangat menyambut baik adanya target RUEN (Rancangan Umum Energi Nasional) yaitu 23% Energi Terbarukan pada bauran energi di tahun 2025 dan siap untuk mendukung pencapaiannya. Cara pencapaiannya pun beragam, tapi yang diutamakan adalah membuka peluang kerjasama dengan semua stakeholders. Mulai dari industri, komersial, bahkan hingga residensial dan rural area. Dengan pemerintah pun kami telah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupatan Bangli di Bali. Keterbukaan seperti inilah yang akan kami terus lanjutkan untuk kedepannya.”

BACA JUGA: Andre: Energi Baru Terbarukan untuk Ketahanan Energi Nasional

Peluang energi surya dibanding energi baru terbarukan lain dalam memasok 23% energi nasional terbuka cukup besar, dengan biaya teknologi yang semakin terjangkau dan bisa diterapkan di segala lokasi baik lahan terbuka melalui sistem ground mounted, atap bangunan gedung dengan sistem PV Rooftop, hingga ke atap-atap rumah energi surya sangat menjanjikan untuk dapat berkontribusi besar dalam pencapaian target RUEN.

Potensi matahari yang terus bersinar sepanjang tahun di negara tropis seperti Indonesia wajib untuk dimanfaatkan dan tidak dilewatkan potensinya.

Kebijakan Pemerintah kini semakin bersahabat bagi pelaku pengembang energi surya. Melalui Permen Nomor 13 dan Nomor 16 Tahun 2019 mengenai penurunan pengenaan capacity charge dari 40 jam menjadi 5 jam membuat energi surya menjadi salah satu alternatif energi yang cukup efisien. Dengan digaungkannya Perpres mengenai Energi Baru Terbarukan yang sedang dipersiapkan dapat membuat ekosistem energi terbarukan menggeliat kembali.

“Sebenarnya secara peraturan tidak ada yang terlalu menghambat energi surya untuk bertumbuh, karena bila pasar dan permintaannya sudah terbentuk semua bisa jalan sendiri tanpa harus campur tangan pemerintah yang terlalu dalam,” tegas Dion. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung