Sabtu, 21 Mei 2022
Citra Plaza Nagoya
Metropolis

Dorong Wisata Olahraga untuk Majukan Sektor Pariwisata Batam

Pembukaan event Kick Off Batam Golf Championship 2021 di Nuvasa Bay, Kamis (26/11). (f. Yulitavia/Batam Pos)

batampos.id – Penjabat sementara Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum mengatakan menjelang akhir tahun berbagai pelaku wisata berusaha membangkitkan sektor wisata dengan menggelar berbagai event mulai dari olahraga, pagelaran, hingga pameran.

“Atraksi ini diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan lokal atau wisatawan Nusantara. Seperti olahraga golf ini. Peserta yang ikut berasal dari luar kota, sudah pasti berdampak terhadap ekonomi,” kata dia usai membuka Kick Off Batam Golf Championship 2021 di Nuvasa Bay, Kamis (26/11/2020).

Metropolis

Agar Pelaku Usaha Pariwisata Batam Segera Menerapkan CHSE dan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

Suasana Pelatihan Sosialisasi Implementasi Program CHSE bagi Pelaku Usaha di Travelodge Batam, Rabu (25/11). (F. Disbudpar Batam untuk Batam Pos)

batampos.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam menyosialisasikan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability/CHSE) bagi pelaku usaha bidang pariwisata di Travelodge Batam, Rabu (25/11/2020).

Melalui kegiatan itu, pelaku usaha diharapkan menerapkan protokol tersebut demi meyakinkan wisatawan agar datang ke Batam. Protokol itu juga bisa berdampingan dengan protokol kesehatan lain dalam pencegahan penyebaran Covid-19 yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi Wisata Disbudpar Batam, Ratna Sari, mengatakan jasa usaha pariwisata sangat dan paling terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Bahkan, kata dia, beberapa pelaku usaha bidang pariwisata terpaksa tutup untuk mengantisipasi kerugian lebih banyak.

Ia mengaku, usaha pariwisata di Batam tahun ini sangat sulit jika dibandingkan 2019 lalu.

“Tahun lalu, kita menjadi penyumbang terbanyak wisatawan mancanegara (wisman) di Kepri, yang mengantarkan Kepri menjadi provinsi terbanyak kedua di Indonesia yang dikunjungi wisman setelah Bali,” ujar Ratna, saat membuka acara Pelatihan Sosialisasi Implementasi Program CHSE bagi Pelaku Usaha.

Meski begitu, Ratna optimistis kondisi pariwisata yang terpuruk di masa pandemi ini, akan segera berakhir. Untuk itu, pelaku pariwisata harus bersiap dan menerapkan protokol CHSE tersebut untuk meyakinkan wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisman untuk datang ke Batam.

“Kalau kita sudah menjalankan protokol CHSE ini, maka kita gaungkan bahwa Batam aman, nyaman, dan sehat untuk dikunjungi walaupun di masa pandemi,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejak pandemi Covid-19 menerpa Batam awal Maret lalu, pihaknya sudah menyiapkan protokol kesehatan bagi 14 sektor pariwisata. Di antaranya, anjuran agar tempat usaha pariwisata mengharuskan pengunjungnya memakai masker, menjaga jarak tempat duduk, dan menyiapkan fasilitas cuci tangan atau menyediakan hand sanitizer.

Langkah tersebut sebagai upaya pencegahan lenyebaran Covid-19 dari bidang pariwisata.

Seiring waktu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga melahirkan protokol CHSE bagi pelaku usaha pariwisata.

“Mari kita jalankan protokol-protokol ini demi kejayaan kembali pariwisata Batam,” kata dia.

Ratna juga menyampaikan, setelah protokol kesehatan tersebut sudah dijalankan, sejumlah geliat ekonomi Batam mulai bangkit dan sejumlah sektor usaha tak ragu lagi untuk membuka usaha masing-masing atas dasar pedoman protokol kesehatan yang dibuat pemerintah.

“Ditambah lagi, ada kucuran dana hibah Kemenparekraf, yang merupakan komitmen pemerintah untuk memulihkan kembali pariwisata. Kita harapkan, semua sektor usaha bidang pariwisata menerapkan protokol CHSE,” kata dia.

Ia tak ingin, sektor usaha justru menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Untuk itu, ia mengajak semua pelaku usaha bersama pemerintah kembali memberikan kepercayaan dan rasa aman bagi wisnus maupun wisman, sehingga mereka mau kembali melakukan perjalanan wisata ke Kota Batam.

“Kita diuntungkan sebagai gerbang masuk orang asing di wilayah barat dan ini menjadi peluang bagi pelaku usaha pariwisata. Namun, perlu ditekankan agar protokol CHSE harus diterapkan,” ujarnya.

BACA JUGA: Dorong Insan Perfilman Promosikan Pariwisata Batam dan Protokol Kesehatan melalui Film

Syamsul mengungkapkan semua event mulai dari kalangan amatir, profesional mulai dari level bawah, menengah dan atas digelar untuk menarik perhatian pecinta wisata minat ke Batam.

“Sekarang kalau mengharapkan wisman tidak mungkin. Dari Januari ke November wisman turun 99 persen, dan wisnus turun 70 persen. Jadi pelaku wisata harus memutar otak agar sektor ini tetap bisa hidup, salah satunya event olahraga,” bebernya.

Pemerintah mendorong pelaku wisata untuk aktif menggelar event agar proses recovery ekonomi di Batam bisa cepat terealisasi. Batam sebagai salah satu pilot project peningkatan wisata sudah pasti akan berdampak bagi ekonomi.

“Batam contoh peningkatan ekonomi secara nasional. Kita buktikan Batam tetap bisa dan mampu menggelar iven berstandar internasional meskipun pesertanya nusantara. Ini kesempatan untuk bangkit di akhir tahun,” terangnya.

Beberapa daerah memberlakukan pembatasan, yang mengakibatkan pembatasan ekonomi. Namun Batam tidak mengambil kebijakan tersebut. Karena memikirkan sektor industri dan lainnya.

“Setelah pemberlakuan adaptasi kehidupan baru kita kembali menggaet berbagai iven baik dari pusat maupun luar kota untuk menggelar iven di Batam,” sebutnya.

Pelaku sektor wisata tidak mau terpaku dengan pandemi. Tempat hiburan, hotel, restoran, dan lainnya berlomba-lomba memenuhi standar protokol kesehatan. Hal ini bertujuan untuk memberikan jaminan kepada wisnus untuk saat ini dan wisman ke depannya.

“Semua sudah penuhi standar protokol kesehatan. Jadi yang datang aman dan yakin Batam aman, sehat, sehingga bisa dikunjungi. Kita dorong semua olahraga tingkat bawah hingga atas, event ini merupakan signal positif bagi sektor pariwisata,” imbuhnya.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan melalui olahraga masyarakat bisa sehat, dan terhibur. Event ini merupakan awal dari bangkitnya sektor wisata dari pecinta golf.

Dalam rangka meningkatkan imunitas ekonomi, Kadin hadir untuk membantu pemerintah untuk memulihkan sektor pariwisata melalui event olahraga golf yang akan digelar Maret tahun 2021 mendatang.

“Dari Kadin Batam menginisiasi event ini. Dan diharapakan bisa memberikan semangat untuk pelaku wisata melalui kegiatan pariwisata. Semoga acara ini bisa berjalan baik dan lancar,” terangnya.

Ketua PGI Batam, Suyono mengatakan sport tourism merupakan salah satu event yang cukup menarik dan banyak pecintanya. Menurutnya ini akan jadi event pertama yang akan digelar tahun depan yang diinisiasi oleh Kadin Batam.

”Pandemi memang sudah melemahkan semua termasuk yang paling banyak terdampak sektor wisata. Kami ingin bangkitkan kembali melalui golf ini,” imbuhnya.

Maret mendatang diharapkan melalui iven ini bisa mendatangkan wisnus ke Batam. Golfer yang tersebar di pulau Sumatera, Jawa, dan DKI mengikuti kegiatan ini.

“Semoga kegiatan ini bisa jadi prestasi bagi Batam. Pelaksanaan iven merupakan langkah awal yang menunjukkan kondisi kit kondusif dan siap menggelar dan mengundang tamu dari luar kota,” bebernya. (*)

Reporter: Yulitavia
Editor: Andriani Susilawati