Ekonomi & Bisnis

Hobi Masyarakat Memelihara Ikan dan Tanaman Hias Meningkat Selama Pandemi

ILUSTRASI: Burung, ayam dan tanaman hias di Nagoya, Batam, Kamis 11 Maret 2021. Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – President Director Perusahaan jasa pengiriman PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI) Yulina Hastuti mengatakan, meningkatnya hobi masyarakat memelihara ikan dan tanaman hias yang terjadi selama pandemi ini, perlu dibarengi dengan pemahaman terkait keamanan pengiriman dan kebijakan yang berlaku terutama dari otoritas angkutan udara.

“Ikan dan tanaman hias termasuk dalam kategori Special Cargo yang membutuhkan penanganan khusus. Hal ini sangat penting agar proses pengiriman dapat berjalan dengan lancar, aman dan diterima dalam kondisi yang baik,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (26/11).

Ia menyebut, volume pengiriman ikan dan tanaman hias meningkat signifikan selama masa pandemi. Di Agustus dan Oktober 2020 peningkatan mencapai lebih dari 100 persen dari total volume pada periode Januari hingga Juli 2020. Beberapa komoditas ikan hias yang mengalami peningkatan pengiriman antara lain ikan cupang, ikan guppy, louhan, cichlid, discus.

Advertisement

Sementara tanaman hias mencakup philodendron, monstera, caladium, syingonium. Tujuan pengiriman terbesar di wilayah Jawa, diikuti Pontianak, Tarakan, Makassar, Batam, Medan dan beberapa kota lainnya di Sumatera.

ILUSTRASI: Pedagang burung, ayam dan tanaman hias di Nagoya, Batam, Kamis 11 Maret 2021. Suprizal Tanjung, Batam Pos

Berikut aspek yang perlu diperhatikan dan tips ketika melakukan pengiriman ikan dan tanaman hias:

1. Kebijakan berat minimal kiriman Special Cargo untuk penerbitan Surat Muatan Udara (SMU) adalah minimal 10 Kg.

Untuk menyiasati tarif pengurusan Surat Muatan Udara ini, biasanya jasa kurir akan membantu menggabungkan pengiriman dari beberapa pengusaha budidaya ikan atau tanaman hias dengan tujuan yang sama, agar dikirim dalam satu SMU. Atau biasanya anggota komunitas budidaya ikan atau tanaman hias juga sering berkomunikasi satu sama lain untuk menggabungkan pengirimannya.

2. Biaya surcharge adalah biaya penanganan, mengingat ikan dan tanaman membutuhkan penanganan khusus dan tidak bercampur dengan barang lainnya dalam kategori genco (general cargo).

BACA JUGA: Raih Keuntungan Lebih dari Media Sosial, Hobi Sekaligus Bisnis Tanaman Hias

3. Pengurusan surat karantina. Ikan dan tanaman hias merupakan jenis kargo dengan kategori Special Cargo, sehingga dibutuhkan surat karantina sebagai surat jalan yang menjadi persyaratan untuk pengiriman ikan dan tanaman hias ke luar pulau.

4. Perhatikan kerapian dan ketepatan penggunaan media untuk pengemasan produk yang akan dikirim, agar menjaga kondisi produk tetap aman. Penting juga untuk mengondisikan ikan dan tanaman tersebut agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi selama dalam pengiriman.

Contohnya untuk media pengiriman tanaman, sebaiknya memperhatikan ukuran tanaman tersebut apakah cukup menggunakan kardus atau harus menggunakan kayu pallet. Akar tanaman juga sebaiknya dibungkus tanah yang telah diberi nutrisi. Untuk pengiriman ikan, periksa ph air dan oksigen dalam air cukup selama pengiriman. Lapisi plastik ikan dengan koran dan gunakan Styrofoam.

Adapun untuk pengiriman ikan dan tanaman hias ini, TIKI menyediakan berbagai pilihan produk layanan. Untuk pengiriman yang mengutamakan kecepatan, TIKI memiliki produk Over Night Service (ONS) dan Two Days Service (TDS). Sementara untuk pengiriman dengan biaya yang ekonomis, TIKI memiliki produk Regular (REG) dan Economy (ECO).

Dengan berbagai pilihan produk layanan ini, penjual maupun pembeli memiliki fleksibilitas disesuaikan dengan kebutuhan pengirimannya. Tentunya dengan kualitas layanan yang terbaik,” tutupnya. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung