Bintan-Pinang

Untuk Latihan, Atlet Renang Butuh Kolam Renang Standar Internasional di Tanjungpinang

Anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang saat mendatangi kolam renang dendang ria tempat atlet PON Papua 2021 latihan berenang, Jumat (18/12) sore kemarin. (F. Peri Irawan/batampos.id)

batampos.id– Atlet renang di Tanjungpinang saat ini tengah berlatih untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua 2021 mendatang. Namun yang menjadi kendala saat ini adalah minimnya bantuan terutama biaya latihan di kolam renang yang setiap harinya harus dikeluarkan.

Anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang , Agus Candra mengatakan saat ini kelompok atlet renang di Tanjungpinang sangat membutuhkan sarana dan prasarana latihan seperti kolam renang berstandar Internasional karena di Tanjungpinang memiliki banyak atlet renang yang sudah sering memenangi pertandingan.  “Perlu dukungan pemerintah agar fokus pada salah satu olah raga unggulan di Kepri yaitu renang,” kata Agus, Sabtu (19/12/2020).

BACA JUGA: Pelatnas Renang Mulai dari Nol Lagi

Kata Agus, walaupun ada anggaran namun harus ada yang menjadi unggulan. Dukungan itu juga diberikan kepada para atlet kedepannya, salah satunya untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar di Papua tahun 2021 mendatang, atlet juga membutuhkan perhatian dari pemerintah. “Seperti biaya latihan renang setiap hari termasuk gizi dan peralatan para atletnya,” ujar Agus.

Tidak hanya itu, walaupun belum ada kolam renang baru, pemerintah seharusnya bisa memperhatikan fasilitas yang sudah ada seperti Kolam Renang Dendang Ria yang sudah berumur 34 tahun. “Dilihat dari prestasi yang ada, renang menyumbang banyak medali pada beberapa kejuaraan,” sebutnya.

Sementara itu Pelatih Sky Swimming Club Tanjungpinang, Davit mengatakan untuk atlet renang di Tanjungpinang yang paling penting adalah pembinaannya karena selama ini hal itu menurutnya masih kurang baik dari Pemko Tanjungpinang maupun Pemprov Kepri, seperti dana untuk altet renang persiapan PON Papua 2021 hanya mendapat Training Camp (TC) mandiri untuk dua bulan.

BACA JUGA: Atlet Renang Putri Indonesia Sabet Dua Perunggu di Australia

“Hanya April dan Mei saja selebihnya tidak tahu ke mana, saat pertemuan semua Cabang Olahraga (Cabor) di Batam beberapa waktu lalu dana itu ada tapi tidak tahu kemana,” sebutnya. Untuk latihan renang setiap hari itu, kata Davit pihaknya terkendala tiket masuk karena satu anak harus membayar Rp 25 ribu dan yang latihan di Dendang Ria itu adalah atlet Kota Tanjungpinang.

“Mereka sudah pernah juara di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), sumbangsih mereka untuk kota tidak diragukan lagi,” sebutnya. Untuk PON Papua 2021 mendatang, hanya satu orang yang diutus dari Kepri yang merupakan warga Tanjungpinang,  memang dana untuk keberangkatan nanti sudah tersedia namun saat ini yang dibutuhkan adalah biaya harian untuk altet. “Itu kita masih nanggung sendiri,” ungkapnya.

Untuk diketahui perwakilan PON Papua dari Tanjungpinang itu merupakan peserta termuda se Indonesia dengan usia 15 tahun. Pada kesempatan yang sama, atlet renang perwakilan Kepri, Sky Leonardo Yeo menyampaikan hingga saat ini untuk persiapannya sudah menjalani latihan setiap hari dengan target masuk delapan besar, walaupun tidak bisa menjadi juara I, ia tetap berusaha memberikan yang terbaik. “Targetnya minimal masuk 8 besar aja dulu, kalau bisa ya juara,” tutur Sky usai latihan.

Ia mengaku sudah banyak mendapat medali, namun yang bergengsi seperti porprov mendapat empat medali emas dan O2SN mendapat satu medali perak dan satu medali perunggu. Sky sendiri merupakan generasi ke tiga dari bapaknya yang dahulunya juga seorang atlet renang. (*)

Reporter: Peri Irawan
editor: Tunggul