Home

Empat Jurnalis Batam Pos Dapat Penghargaan

batampos.id – Empat jurnalis Batam Pos mendapat penghargaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Rabu (30/12). Mereka dinyatakan sebagai pemenang lomba menulis feature jurnalistik bertema “Implementasi Protokol Kesehatan Berbasis CHSE di Community Based Tourism” untuk kategori media cetak dan online di Kota Batam yang terverifikasi di dewan pers.

F. Disbudpar untuk Batam Pos
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, berfoto dengan para jurnalis pemenang lomba menulis yang diadakan Disbudpar saat penyerahan sertifikat penghargaan, Rabu (30/12/2020).

Empat jurnalis tersebut adalah

  • Yulitavia, yang menjadi juara I kategori media cetak dengan karya berjudul CHSE Solusi Pulihkan Destinasi Wisata; Liburan Aman saat Pandemi di Pantai Bale-bale.
  • Ratna Irtatik, juara III kategori media cetak dengan karya berjudul Menjelajahi Agrowisata Kebun Jambu Marina yang Menerapkan Protokol CHSE di Batam.
  • Chahaya Simanjuntak berjudul Secercah Harapan dari Puncak 80 Mdpl Batam, dinobatkan sebagai juara I kategori media online.
  • Fiska Juanda, jadi juara II kategori media online dengan karya berjudul Sepotong Surga di Selatan Batam.

Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi (PPW) Disbudpar Kota Batam, Ratna Sari, mengucapkan selamat kepada para pemenang. Ia mengapresiasi para pemenang maupun peserta lainnya yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Menutup kegiatan, kita agendakan penyerahan sertifikat pemenang lomba dan ucapan terima kasih kami atas partisipasi para juri mendukung kegiatan ini,” ucapnya.

Salah satu juri, Evi Ratnawati, mengatakan, tulisan yang dibuat peserta dinilai cukup bagus dan rata-rata sesuai dengan tema yang diminta yakni Implementasi Protokol Kesehatan Berbasis CHSE di Community Based Tourism.

“Kegiatan ini singkat namun padat. Tulisan dari para peserta juga mampu menggambarkan kondisi CHSE sesuai yang diinginkan,” katanya.

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, menyampaikan selamat kepada pemenang. Kegiatan ini adalah bentuk semangat secara tim. Dalam pariwisata, kata dia, cara berpikirnya harus melibatkan unsur pentahelix, dengan mengutamakan kerja sama dan kolaborasi yang apik antara pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, asosiasi, dan media.

Karena itu, di masa pandemi ini, demi menggairahkan kembali pariwisata dan membangkitkan ekonomi untuk membangun Batam, pihaknya menggelar lomba menulis, yang merupakan salah satu cara mempromosikan pariwisata di Kota Batam.

“Karena dari tulisan, bisa mengubah dunia, hasil karya adik-adik semua adalah titik awal berubah pariwisata Batam,” ujar Ardiwinata.

Menurut Ardi, Comunity Based Tourism (CBT) masih berfokus pada atraksi alam, buatan, dan budaya. Ardi berupaya menjadikan CBT agar dapat menggairahkan sektor pariwisata.

“Ke depannya, kita lengkapi dari sisi aksesibilitas dan amenitas, kita akan menggembangkan homestay juga,” ucapnya. (*)

Reporter : YULITAVIA
Editor : RATNA IRTATIK