Bintan-Pinang

Walikota Tanjungpinang Minta Developer Ikut Bantu Perbaiki Rumah Rusak Pascabanjir

Rahma (f.peri/batampos.id)

batampos.id – Pemko Tanjungpinang meminta pihak pengembang atau developer untuk membantu pemerintah memperbaiki rumah warga yang rusak akibat banjir dan longsor untuk kembali seperti semula.

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengatakan pada pertemuan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan pihak pengembang, bahwa pihak developer perumahan yang kebanjiran juga harus bersedia membantu dalam memperbaiki rumah warga dan fasum yang rusak. Juga disampaikan terimakasih  pasa instansi dan organisasi yang sudah ikut membantu warga dalam meringankan beban pada masa pandemi covid-19.

BACA JUGA: Hujan,Longsor, 14 Rumah di Tanjungpinang Timur Rusak

Advertisement

“Ada yang bantu dengan sembako, obat-obatan, selimut dan kasur tentu ini sangat membantu warga kita yang tertimpa musibah,”kata Rahma, Selasa (5/1/2021). Selain itu, lanjut Rahma melalui developer perumahan, rumah yang rusak akibat longsor di Jalan Cendrawasih juga akan dibantu melalui penyediaan material seperti batako, semen dan pasir sesuai jumlah rumah yang rusak dan hasil deteksi di lapangan.

“Serta perumahan Alam Tirta Lestari dan Perumahan Galaxy juga akan dibantu sampai selesai”sebutnya. Kemudian perumahan Anggrek Pinang juga akan dibantu untuk perbaikannya fasum seperti pagar, serta perbaikan drainase yang rusak. Pada area perumahan yang kotor akan dibersihkan bersama.

“Sekarang kita menunggu developer Perumahan Bumi Putra untuk datang ke kantor wali kota,”tegasnya. Lanjut Rahma,  batu miring di Perumahan Griya Puscalfa Asri juga akan diperbaiki karena rusak akibat hujan deras. Developer Perumahan Kenangan Cahaya III juga diminta untuk memperbaiki drainase.

“Semua pihak developer bersedia pada perumahan yang ditangani akan memperbaiki berbagai kekurangan yang dapat menimbulkan banjir, jika drainase kurang dalam akan diperdalam, jika kurang lebar maka diperlebar,”tambahnya.

Sementara itu,  Ketua Real Estate Indonesia (REI)  Kepri, Toni mengatakan sejak awal pihaknya sudah meminta kepada Pemda untuk menyediakan drainase primer untuk mengantar air sampai ke laut yang menjadi kewajibannya, sebab dari segi pembangunan para developer sudah menjalankan sesuai Izin Mendirikan Bangunan (IMB)  yang ada.

Saat ini waktunya berbenah saat Rencana Detail Tata Ruang (RDTL) dikeluarkan berarti drainase juga harus jelas, sebab tanah yang ada pada developer juga sudah ditentukan peruntkannya oleh pemerintah.

“Tidak saling menyalahkan, namun kejadian awal tahun ini kita harus melihat faktor alamnya lebih besar, jadikan sebagai bentuk teguran untuk saling berbenah,” ujarnya. (*)

Reporter: Peri Irawan
Editor: Tunggul