Bintan-Pinang

Belajar Tatap Muka Diawali dari Sekolah yang Ada di Pinggiran Kota Tanjungpinang

Anak sekolah menggunakan masker saat belajar tatap muka yang dibuka beberapa waktu lalu di Tanjungpinang, (F. Peri Irawan /batampos.id)

batampos.id– Sebanyak 15 sekolah di Tanjungpinang pada tahap awal akan mulai belajar tatap muka Senin (18/1/2021) mendatang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

BACA JUGA: Pekan Depan mulai Belajar Tatap Muka, Camat Kundur Barat Cek Penerapan Prokes di Sekolah

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma dalam surat edarannya (SE) menjelaskan 15 sekolah itu merupakan sekolah yang terletak di pinggiran Kota Tanjungpinang, yaitu SMP N 9, SMP N 11, SMP N 13 dan SMP N 14 sedangkan tingkat dasar yaitu SD N 004 hingga SD N 010 Tanjungpinang Kota, SD N  012 Tanjungpinang Kota, SD N 008,  SD N 010 dan SD N 013 Bukit Bestari. “Terdiri dari empat SMP dan 11 SD yang terletak di Penyengat, Dompak, Senggarang dan Kampung Bugis,” Kata Rahma, Rabu (6/1/2021) .

Advertisement

Dijelaskan Rahma, berdasarkan Surat Keputusan  Bersama (SKB) empat menteri disebutkan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) merupakan pihak yang paling mengetahui dan memahami kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerahnya.  “Dalam pemberian izin Pemda melaksanakan prinsip kebijakan pendidikan dengan mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menerapkan kebijakan pembelajaran,” ungkap Rahma.

Rahma menyampaikan dalam pelaksanaannya satuan pendidikan yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka harus mengisi daftar cek protokol kesehatan di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan sudah memenuhi semua protokol kesehatan di sekolahnya Melaksanakan standar aturan yang telah ditentukan.

“Serta meminta surat persetujuan orangtua bahwa anaknya bersedia mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah dengan protokol kesehatan yang ketat,” terangnya.  Pembelajaran tatap muka itu akan dibuka secara bertahap di kelurahan yang sudah berada pada zona kuning atau hijau. Akan dimonitoring dan
dievaluasi setiap saat dan jika ada warga sekolah terindikasi covid-19 akan dilaksanakan penutupan pembelajaran tatap muka dan kembali pembelajaran dilakukan secara daring atau online. (*)

Reporter: Peri Irawan
Editor: Tunggul