Nasional

Bulanan, Kunjungan Wisman Meningkat

Kinerja Pariwisata sepanjang 2020 Jeblok

Menparekraf Sandiaga Uno berjalan kaki bersama stafnya dari Kantornya menuju Kementerian Perhubungan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (4/1). Walaupun jarak kantor kurang lebih 2 KM Sandiaga memilih berjalan kaki sambil berolahraga dibandingkan memakai mobil dinas. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

batampos.id – Persebaran virus SARS-CoV-2 berbanding terbalik dengan kinerja pariwisata Tanah Air. Sejak awal sampai akhir 2020, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia turun drastis. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rapor kumulatif kunjungan wisman merah. Tapi, dari bulan ke bulan, angkanya terus tumbuh.

Hingga November lalu, jumlah kunjungan wisman hanya berkisar 3,89 juta. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman mencapai 14,73 juta. Lonjakan kunjungan wisman yang selama ini selalu muncul pada akhir tahun juga tidak terjadi pada 2020. Namun, jumlah kunjungan wisman secara bulanan sebetulnya meningkat. Memang, jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi Covid-19, selisihnya sangat banyak.

“Bila dibandingkan dengan November 2019 yang mencapai 1,28 juta kunjungan, kali ini ada penurunan yang tajam. Sebesar 86,31 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, Selasa (5/1).

Advertisement

Fenomena yang sama terjadi di Jawa Timur (Jatim). Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan menyatakan bahwa kunjungan wisman melalui Bandara Juanda pada November naik 4.580,77 persen dibandingkan Oktober 2020. Yakni, dari 52 menjadi 2.434 kunjungan.

Sementara itu, pada periode Januari – November 2020 jumlah kunjungan wisman berkisar 37.257. Itu merupakan capaian terendah dalam lima tahun terakhir. Kunjungan tersebut turun 83,32 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Meskipun jumlah kunjungan wisman pada Juni 2020 sempat meningkat, secara total pada 2020 masih jauh dari kondisi normal,” ungkap Dadang.

Dari statistik tersebut, BPS pusat mencatat bahwa penurunan kunjungan wisman terbanyak datang dari Afrika. Wisman dari negara-negara Afrika turun 81,51 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, penurunan kunjungan wisman dari kawasan Asia non-ASEAN paling rendah. Yakni, 68,74 persen.

Jika dirunut dari kebangsaannya, wisman terbanyak berasal dari Timor Leste sebanyak 72.950 kunjungan atau 41,61 persen. Kedua terbanyak adalah wisman asal Malaysia. Disusul Tiongkok, Belanda, dan Amerika Serikat (AS).

Khusus Jatim, selama 2020, wisman terbanyak berasal dari Malaysia. Kunjungan pelancong dari negeri jiran itu tercatat sebanyak 10.571 atau sekitar 28,37 persen. Diikuti turis asal Singapura dan Tiongkok sebagai tiga terbesar.

Meski dibayangi pandemi, pemerintah tetap optimistis sektor pariwisata Tanah Air bisa pulih. Menparekraf Sandiaga Uno memasang target 7 juta wisman masuk RI pada tahun ini. “Proyeksi kunjungan mancanegara 2021 ini, saya harus memberi garis bawah, ini masih prediksi. Target 4 – 7 juta wisatawan mancanegara ini akan sangat bergantung pada kondisi kesehatan,” ujar Sandi, akhir pekan lalu.

Sebelum pandemi, pemerintah mematok target wisman yang masuk ke RI pada 2020 mencapai 18 juta. Namun, wabah global mengubah semuanya. Sejumlah pintu masuk Indonesia harus ditutup dan berbagai aktivitas dibatasi. Target 18 juta wisman itu diprediksi baru terealisasi pada 2025.

Dari Surabaya, Dadang berharap, pada kondisi normal nanti, pariwisata bisa tumbuh lebih pesat. “Khususnya kunjungan wisman di Jatim,” tegasnya. Tapi, tentu saja, setelah faktor-faktor penunjangnya juga pulih. (*)

Sumber : JP Group
Editor : Jamil Qasim