Nasional

Kapal Bakamla Bakal Dipersenjatai

Terus Upayakan Perkuatan Sebagai Indonesian Coast Guard

Ilustrasi. PT Citra Shipyard meluncurkan tiga kapal negara milik Bakamla RI di Sagulung, Jumat (18/10). (Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos.id – Komitmen pemerintah untuk memperkuat Badan Keamanan Laut (Bakamla) semakin tampak. Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI Aan Kurnia menyatakan bahwa mereka sudah mendapat lampu hijau dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk memasang senjata api pada kapal-kapal yang mereka miliki.

Itu penting untuk meningkatkan efek gentar saat personel Bakamla berhadap-hadapan dengan Coast Guard dari negara tetangga. Khususnya di daerah rawan seperti Natuna, Kepulauan Riau. Menurut Aan, selama ini anak buahnya hanya dibekali senjata karet. Sedangkan Coast Guard dari Tiongkok atau Vietnam sudah memiliki Meriam ukuran besar di atas kapal mereka.

”Saya menghadap menteri pertahanan langsung. Aturannya kami lihat lagi, ternyata boleh dan alhamdulillah bisa,” ungkap dia. Perwira tinggi TNI AL dengan tiga bintang di Pundak itu pun menyatakan, pihaknya sudah memesan senjata api kepada PT Pindad untuk dipasang di kapal-kapal yang mereka miliki.

Advertisement

Hal itu, bukan hanya baik bagi Bakamla, melainkan juga pemerintah Indonesia. Sebab, unsur-unsur yang memiliki kewenangan penegakan hukum di laut semakin kuat. Tidak hanya itu, sepanjang Bakamla ada, baru kali ini kapal-kapal yang mereka punya akan dilengkapi senjata api. ”Jadi, sejarah Bakamla boleh menggunakan senjata (api),” imbuh Aan. Rencananya, senjata yang akan mereka pasang di atas kapal berkaliber 30 milimeter dan 12,7 milimeter. Selain itu, senjata api kaliber kecil juga akan diberikan kepada personel Bakamla.

Aan menegaskan bahwa permohonan Bakamla dipersenjatai tidak dilakukan untuk mematikan atau melumpuhkan siapapun. Melainkan untuk pertahanan atau self defence. Sebab, tugas dan tantangan personel Bakamla di lapangan kian meningkat. ”Kami tidak perlu senjata besar, kaliber besa, seperti Angkatan Laut,” terang dia. Yang penting bagi Aan anak buahnya dibekali senjata yang cukup untuk membuat pihak asing gentar ketika berhadapan dengan mereka.

Sepanjang tahun lalu, Bakamla berulang bersinggungan dengan kapal-kapal asing di perairan Indonesia. Baik kapal nelayan maupun kapal Coast Guard. Yang paling menyita perhatian ketika mereka harus berhadapan dengan Coast Guard Tiongkok. Kapal-kapal asing itu mondar-mandir di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) dengan dalih mempertahankan nine dash line. Padahal, itu tidak diakui oleh aturan internasional. Tidak hanya itu, mereka juga menindak ribuan kapal sepanjang 2020.

Berdasar data yang dimiliki oleh Bakamla, tidak kurang 1.018 kapal mereka periksa sepanjang tahun lalu. Di antara ribuan kapal itu, 24 di antaranya diproses lebih lanjut. ”Jadi, kami memeriksanya cukup banyak,” ungkap Aan. Tidak hanya kapal asing, kapal-kapal berbendera Indonesia pun tidak luput dari pemeriksaan Bakamla. Yang melanggar atau tidak memiliki dokumen lengkap ditindak. ”Kami peringatkan dan kami kasih warning untuk pembinaan,” tambahnya.

Selain menambah kekuatan kapal-kapal yang mereka miliki, Bakamla juga berkomitmen menambah sumber daya manusia (SDM). Aan menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian PAN dan RB terkait hal itu. ”Saya akan berupaya untuk menambah (sdm) terus setiap tahunnya,” kata dia. Tidak hanya SDM untuk bertugas di atas kapal, SDM yang bekerja sebagai penerbang juga diperhatikan oleh Aan. ”Karena saya juga butuh penerbang,” ujarnya. (*)

Sumber : JP Group
Editor : Jamil Qasim