Zetizen

New Year, New Habit

batampos.id – Tiap awal tahun, banyak orang yang beramai-ramai membuat resolusi. Namun, karena 2020 berjalan begitu cepat, akhirnya resolusi tahun ini adalah melanjutkan resolusi tahun lalu. Eits, daripada fokus memenuhi resolusi, coba deh benerin kebiasaanmu! Kata James Clear, penulis Atomic Habits, sistem lebih penting daripada goals lho! Oleh karena itu, Zetizen akan mengajakmu membahas kesalahan yang biasa terjadi saat memulai kebiasaan baru. (c12/rat)

Maunya Mengubah Banyak Hal

”Ya udah deh. Tahun ini aku bakal lari tiap pagi, baca buku minimal satu jam dalam sehari, nulis jurnal tiap sebelum tidur, pakai skin care sepuluh macam tiap malam, terus…’’ Whoa! Kalau mau mengubah banyak hal, ya berat, Bos! Menurut BJ Fogg dari Universitas Stanford, tiga perubahan itu adalah jumlah maksimal dan itupun hanya untuk hal kecil.

Advertisement

Misalnya, kumur pakai dental floss, push-up satu kali, atau mengucap ”hari ini pasti hari terbaikku’’ setiap sebelum beraktivitas.Namun, James Clear lebih suka berfokus pada satu kebiasaan baru. Kalau sudah terbiasa sampai nggak pakai mikir lagi, tubuh sudah otomatis melakukannya, baru deh move on ke kebiasaan lain.

”Aku membiasakan diri pergi ke gym tiap Senin, Rabu, dan Jumat selama enam bulan. Kalau sudah terbiasa, baru bikin kebiasaan baru, yakni menulis artikel tiap Senin dan Kamis selama delapan bulan,’’ tulis James dalam blognya.

Memulai dari Kebiasaan yang Paling Sulit

”Ya udah deh. Tahun ini aku bakal lari tiap pagi, baca buku minimal satu jam dalam sehari, nulis jurnal tiap sebelum tidur, pakai skin care sepuluh macam tiap malam, terus…’’ Whoa! Kalau mau mengubah banyak hal, ya berat, Bos! Menurut BJ Fogg dari Universitas Stanford, tiga perubahan itu adalah jumlah maksimal dan itupun hanya untuk hal kecil.

Misalnya, kumur pakai dental floss, push-up satu kali, atau mengucap ”hari ini pasti hari terbaikku’’ setiap sebelum beraktivitas. Namun, James Clear lebih suka berfokus pada satu kebiasaan baru. Kalau sudah terbiasa sampai nggak pakai mikir lagi, tubuh sudah otomatis melakukannya, baru deh move on ke kebiasaan lain.

”Aku membiasakan diri pergi ke gym tiap Senin, Rabu, dan Jumat selama enam bulan. Kalau sudah terbiasa, baru bikin kebiasaan baru, yakni menulis artikel tiap Senin dan Kamis selama delapan bulan,’’ tulis James dalam blognya.

“Berburu” Hasil, Bukan Ritualnya

Ingin berat badan turun berapa kilo?
Target menabung tahun ini berapa?
Berapa banyak buku yang ingin dibaca?

Yap, wajar kok kalau kita membuat resolusi untuk mencapai sebuah goal. Masalahnya, goal baru ya nggak menjamin hasil yang berbeda. Kita butuh mengubah gaya hidup yang fokus pada proses. Oleh karena itu, kamu harus fokus membentuk kebiasaan yang lebih bagus, bukan hasil yang lebih baik.

Menurut Tony Schwartz, sebuah ritual atau kebiasaan adalah sebuah perilaku yang sangat spesifik yang dilakukan pada waktu tertentu sehingga overtime bisa dilakukan secara otomatis dan nggak butuh energi besar hanya untuk mengumpulkan niat melakukannya.

Nggak Mengubah Sekeliling

Kenapa kita selalu disuruh ”surround yourself with people who motivates you”? Ya karena nggak mungkin bisa kita melakukan kebiasaan baik di lingkungan buruk. Nggak mungkin bisa kita selalu makan makanan sehat kalau di sekitar kita cuma ada junk food. Nggak mungkin bisa kita optimistis kalau orang-orang di sekitar kita selalu pesimistis.

Nggak mungkin bisa juga kita fokus mengerjakan sesuatu kalau notifikasi dari HP bunyi terus. Manusia memang cenderung mengingkari kalau perilaku mereka sering merupakan respons dari lingkungan. Mengubah lingkungan itu nggak selalu harus pindah rumah dan ganti teman kok.

Kalau misalnya selama ini kamu sulit berfokus mengerjakan tugas karena mengerjakannya di dekat kasur, coba pindah ke ruangan lain atau ke co-working space. Contoh lain, kalau kamu ingin rajin bersepeda, tapi orang-orang di sekitar lebih suka bermalas-malasan, gabunglah dengan komunitas bersepeda.

Yuk, Baca Buku!

Kadang kita butuh membaca buku yang punya penjelasan lebih lengkap, gamblang, dan sekalian bisa dicoret-coret just in case we want to make notes. Nah, ada beberapa buku bagus banget yang wajib kamu baca sebelum membuat sistem kebiasaan baru tahun ini. Apa aja bukunya? (c12/rat)

Amazon

Why We Do What We Do In Life and Busines – Charles Duhig

The Power of Habit sudah mendapat rating dari tujuh ribu orang di Amazon. Rating-nya pun bagus, yakni 4,5. Wah, jelas banyak yang suka dan terbantu dong? Lewat buku ini, Charles fokus pada kekuatan habit. Dia merasa kalau sebuah kebiasaan bisa mengubah hidup kita secara permanen. Dia mengusung sosok perenang Michael Phelps dan Martin Luther King Jr. untuk memberikan contoh dari teorinya.

 

Amazon

Atomic Habits – James Clear

Mungkin kamu sering melihat buku ini direkomendasikan di mana-mana. Nggak heran, penjelasannya memang lengkap dan cara pemaparannya pun gampang banget dimengerti. Untuk versi bahasa Inggris, ukuran bukunya cukup lebar sehingga bikin kamu leluasa kalau mau menulis beberapa catatan kecil. Apa pun tujuan dari habit barumu dan bagaimanapun karaktermu, pasti kamu merasa James Clear ngerti kamu banget!

Amazon

The Small Changes That Change Everything – BJ Fogg

Buku ini diambil dari program sang penulis yang melakukan kebiasaan kecil selama lima hari. BJ percaya bahwa dengan mengusung kebiasaan kecil, kita jadi bisa memahami proses terbentuknya sebuah habit dan bagaimana mempertahankannya. Uniknya, kamu akan disuruh membentuk tiga kebiasaan kecil. Lalu, kamu akan mendapatkan e-mail harian dari habits coach yang akan menuntunmu menjalani kebiasaan tersebut.

Kebiasaan Baru di Tahun Baru

Reporter: Hadinata Salim
Editor: Agnes Dhamayanti

NEW year, new habit. Kebanyakan para anak milenial memiliki rencana baru dalam kegiatan sehari-harinya untuk mencapai goal. Apa saja itu? Yuk kita simak penjelasan mereka! (*)

F Dok. Pribadi

Adi Kurniawan
Politeknik Negeri Batam
Instagram: @adykurniawan123

Kebiasaannya di tahun ini sama di tahun kemarin yaitu belajar dan fokus untuk melakukan yang terbaik, contohnya projek magang dan fokus untuk di tahun ini adalah mengerjakan tugas akhir. (*)

 

F Dok. Pribadi

Mellda Gusdita
SMKN 5 Batam
Instagram: @mellda_gusdita

Secara pribadi, saya harus mempersiapkan mental untuk menerima segala perubahan kebiasaan yang akan terjadi. Semua orang diminta berperilaku hidup sehat dan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang selama ini sering didengungkan. Protokol pencegahan itu di antaranya selalu menggunakan masker jika bepergian ke luar rumah, tidak ke luar rumah jika tak memiliki kepentingan mendesak, rajin mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. (*)