Politika

PKS Minta Pemerintah Terbuka Soal Drone Tiongkok

KEPALA Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono menunjukkan Sea Glider di Pushidros TNI AL, Jakarta, Senin, (4/1). Sea Glider yang ditemukan di perairan Sulawesi Selatan itu digunakan untuk mencari dan merekam data Oseanografi berupa data suhu, konduktivitas dan sound velocity untuk kepentingan riset dasar laut. (f.FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

batampos.id – Anggota Komisi I DPR Sukamta meminta pemerintah segera mengungkap terkait ditemukannya drone milik Tiongkok di perairan Selayar, Sulawesi Selatan.

Menurut Sukamta, drone tersebut perlu diungkap pemerintah supaya nantinya pemerintah bisa mengambil tindakan tegas terkait drone tersebut.

’’Sebaiknya pemerintah dalam hal ini lembaga-lembaga pertahanan yang terkait segera bisa mengungkapkan identitas dan asal usul drone tersebut supaya bisa segera diambil tindakan lanjutan yang memadai. Jangan sampai kelamaan,’’ ujar Sukamata kepada wartawan, Selasa (5/1).

Advertisement

Sukamta berujar pemerintah harus transparan mengenai drone milik Tiongkok tersebut. Karena masyarakat berhak mengetahui apakah itu bagian dari spionase atau tidak.

’’Kita juga perlu tahu isi dari drone tersebut, serta apa saja yang dilakukan dengan melihat record-nya. Semua itu perlu segera, untuk kepentingan kita sendiri. Apakah ini sekadar orang iseng atau nelayan yang mau cari ikan, atau Pertamina yang sedang mencari ladang minyak baru, atau itu mata-mata negara asing. Ini perlu segera diungkap,’’ katanya.

Jika drone tersebut merupakan spionase yang dilakukan oleh Tiongkok. Maka itu sangat berbahaya bagi keamanan Indonesia. ’’Kalau itu membahayakan keamanan nasional, itu kan ada standar kecepatan respons. Dalam hal pertahanan waktu respons itu menentukan keberhasilan mengatasi masalah,’’ ungkap politisi PKS itu.

Seperti diketahui sebelumnya, seorang nelayan Saeruddin menemukan drone pengintai berbentuk sea glider di perairan Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, ketika hendak menangkap ikan. Drone itu berlabel Shenyang Institute of Automation Chinese Academic of Sciences.

Saeruddin langsung memberikannya ke Polri maupun TNI AL. Jalur penemuan drone disebut merupakan jalur perairan tersibuk di Indonesia, sementara dua drone pengintai lainnya ditemukan di dekat Selat Sunda dan wilayah Lombok. (*)

Sumber : JP Group
Editor : Jamil Qasim