Covid-19

Dokter Ingin Segera Disuntik Vaksin

Pemko Batam Akan Beli Vaksin dengan Dana Sendiri

kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri, dr Rusdani. (dok Pribadi)

batampos.id – Tenaga kesehatan (nakes), khususnya para dokter yang menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus Covid-19 di Kepri, menyatakan siap disuntik vaksin mulai 13 Januari mendatang. Bahkan para dokter sudah menunggu sejak lama karena memang mereka rentan terpapar virus asal Wuhan, Tiongkok, itu.

“Kami siap, dan sudah menunggu sejak lama,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri, dr Rusdani, Rabu (6/1).

Ia menambahkan, saat ini, problemnya belum ada izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Jika izin tersebut telah dikeluarkan, tentunya vaksin sudah boleh digunakan.

Advertisement

Namun, melihat komitmen pemerintah yang akan memulai vaksin pertama pada 13 Januari, Rusdani yakin izin EUA dari BPOM akan keluar dalam waktu dekat.

Rusdani mengatakan, vaksin ini sangat diperlukan dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Selama ini para tenaga kesehatan selalu bersinggungan dengan pasien positif Covid-19.

“Kami yang paling sering kontak dengan pasien dan memang mau divaksin.”

Rusdani menambahkan, setelah mendapatkan vaksin, para dokter akan tetap bekerja seperti biasa. “Tak perlu menunggu vaksinnya bekerja, langsung kerja saja,” tuturnya.

Hingga kini, dokter yang terpapar Covid-19 di Kepri mencapai 92 orang. Paling banyak di Batam, yakni 76 orang.

Ia berharap dengan adanya vaksin ini, tak ada lagi dokter atau tenaga kesehatan terpapar Covid-19.

“Apabila semua sudah divaksin, harapannya masyarakat tak terjangkit lagi,” katanya.

Vaksin untuk Batam Kurang

Di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, mengatakan, vaksin Covid-19 yang diterima untuk Batam akan disimpan di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) kelas 1 Batam, sembari menunggu pelaksanaan vaksinasi 13 Januari mendatang.

“Vaksinnya sudah datang. Namun, jumlahnya belum banyak. Kalau tidak salah angkanya 5 ribu vaksin. Jumlah ini digunakan untuk tahap pertama. Nanti akan dikirimkan tambahannya. Tergantung kebijakan pemeritah pusat,” kata dia, Rabu (6/1).

Amsakar berharap, Batam bisa menerima vaksin sesuai dengan kebutuhan. Namun, jika tidak, pemerintah daerah akan membeli sendiri kekurangan vaksin tersebut. Anggaran untuk pembelian akan diambil dari APBD tahun ini.

“Sementara ini, baru itu jumlah vaksin yang diterima. Kalau ada tambahan nanti akan digunakan untuk vaksinasi tahap kedua. Sekarang kita fokus dulu dan pastikan persiapan dan pelaksanaan tahap pertama ini berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Tugas penting saat ini, lanjut Amsakar, mengedukasi masyarakat agar bisa sepaham dengan pemerintah. Vaksin ini bertujuan untuk menyehatkan. Selama ini belum ada vaksin yang menyebabkan kematian.

“Vaksinasi ini sudah berjalan dari dulu, tidak ada masalah. Mekanisme serta aturan sudah jelas. Sebelum divaksin penerima harus dicek dulu kesehatannya dan dipastikan tidak ada penyakit berat. Inilah tugas Dinkes nantinya,” bebernya.

Amsakar meminta kepada semua pihak agar membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat. Jangan sampai ada informasi yang kontradiktif terkait vaksinasi ini.

“Vaksin itu baik, dan kita ingin masyarakat mau menerima untuk divaksinasi. Tujuannya agar penularan bisa kita tekan dan Batam kembali pulih secepatnya,” tambahnya.

Saat ini, Dinkes bersama tenaga medis lainnya juga tengah rapat untuk memastikan proses vaksinasi berjalan dengan baik tanpa kendala.

“Saya sudah tanya tadi sama Sekdis Kesehatan. Mereka sudah rapat dan nanti akan dilaporkan kepada saya dan pak wali,” tutupnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah mendistribusikan vaksin Covid-19 ke semua provinsi di Indonesia.

Di Kepri sendiri, pengiriman vaksin tahap pertama sudah tiba 13.000 dosis, Selasa (5/1) lalu di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Untuk tahap kedua sebanyak 12.000 dosis dijadwalkan tiba 10 Januari 2021 mendatang.

“Kedatangan vaksin tahap awal ini menjadi semangat bagi Kepri. Harapan kita adalah, Kepri segera pulih dan aktivitas normal kembali,” ujar Gubernur Kepri, Isdianto, di Bandara Internasional Raja Haji Fisabillah (RHF) Tanjungpinang, Selasa lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Moch Bisri, menambahkan, vaksin yang sudah tiba langsung ditempatkan di Gedung Instalasi Farmasi milik Dinkes Kepri di Jalan Kesehatan, Tanjungpinang. Di tempat itu, pihaknya telah menyediakan coldroom (ruang pendingin) untuk menjaga kualitas vaksin tersebut tetap baik.

Menurut Bisri, 13 ribu dosis vaksin Covid-19 ini diperuntukkan kepada tenaga kesehatan sebagai prioritas, yang jumlahnya di Kepri sebanyak 15.661 orang.

Sebarannya, Kota Tanjungpinang 2.624, Kota Batam 4.272, Kabupaten Karimun 1.120, Kabupaten Bintan 1,444, Kabupaten Natuna 919, Kabupaten Lingga 843, dan Kabupaten Kepulauan Anambas 873. Setelah tenaga kesehatan, TNI-Polri, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi sasaran vaksinasi berikutnya.

“Masing-masing penerima vaksin, akan menjalani dua kali vaksinasi. Semoga ini menjadi semangat baru, dan Kepri segera pulih dari Covid-19,” kata Bisri. (*)

Reporter: FISKA JUANDA – YULITAVIA
Editor : R YUSUF HIDAYAT