Nasional

DPR RI Dorong Revitalisasi Pelabuhan Batuampar

Belum Berstandar Internasional hingga Kini

PADATNYA lalu lintas pelayaran kargo di Pelabuhan Batuampar dengan banyaknya tumpukan petikemas
yang dilihat dari ketinggian (11/11/2020). Anggota DPR RI dari dapil Kepri, Cen Sui Lan mendorong
agar pemerintah merevitalisasi Pelabuhan Batuampar yang belum berstandar internasional. (YUSUF HIDAYAT/BATAM POS)

batampos.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) mendorong pemerintah menyegerakan revitalisasi Pelabuhan Batuampar sehingga menjadi pelabuhan utama bongkar muat berstandar internasional yang berdaya saing.

“Harus disegerakan. Batam ini wajah Indonesia yang berbatasan langsung dengan dua negara. Provinsi kita kepulauan, Kepulauan Riau, tapi infrastruktur pelabuhan kita belum maksimal. Sangat jauh dari kelas internasional. Ingat kita berada di antara Selat Malaka lho. Harusnya kita memanfaatkan itu,” ujar Anggota Komisi V DPR RI, Cen Sui Lan, Selasa (5/1) lalu.

Legislatif dari Fraksi Golkar ini mengemukakan, saat kunjungan resesnya ke Pelabuhan Batuampar, Selasa (29/12) akhir tahun lalu, sangat banyak fasilitas yang harus dibenahi. “Segera realisasikan percepatan Batuampar. Saya ingin itu diselesaikan,” ungkapnya.

Advertisement
Anggota Komisi V DPR RI, Cen Sui Lan

Menurutnya, revitalisasi pengembangan pelabuhan tersebut sangat penting, sehingga dapat mendorong pertumbuhan industri dan menciptakan pasar baru, mengingat Batam berada di posisi strategis di Selat Malaka, yang lalu lintas perdagangannya sangat sibuk.

“Pelabuhan Batu Ampar sebagai pintu masuk utama Free Trade Zone Batam sudah semestinya diprioritaskan pembangunannya,” tegasnya.

Apalagi, tambah Cen Sui Lan, pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas telah menyusun 38 major project dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024. “Salah satunya juga termasuk percepatan pembangunan di wilayah Batam-Bintan,” tambahnya.

Lebih lanjut legislatif perempuan dari daerah pemilihan Kepri tersebut mengatakan, sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat dan mendorong pemulihan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19, saat ini diperlukan upaya serius dari seluruh pemangku kebijakan, baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota, serta otoritas pelabuhan di Batam agar aktivitas keluar masuknya barang di Pelabuhan Batu Ampar dapat berjalan optimal melalui ketersedian fasilitas yang memadai.

“Pelabuhan Batu Ampar merupakan lingkungan kerja yang dikelilingi oleh kawasan industri dan perdagangan serta jasa. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan penataan kawasan pelabuhan yang mampu menciptakan harmoni lintas sektoral, yaitu perindustrian, perdagangan, pariwisata, logistik, transportasi, dan teknologi digital,” ujarnya.

Cen Sui Lan menambahkan, sejak dibangun pada 1970 lalu, hingga kini Batuampar belum memiliki fasilitas yang memadai. Fasilitas dan peralatan bongkar muat barang masih dilakukan secara manual, sehingga membuat prosesnya tidak efektif dari segi waktu dan pembiayaan.

Dengan pengelolaan pelabuhan yang berstandar internasional, harusnya dapat meningkatkan daya saing di sana. “Saat ini kita sudah berada di era digital, jadi operasional pelabuhan perlu mengadopsi sistem informasi digital jika ingin mampu bersaing dengan Singapura dan Malaysia,” tegasnya.

Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat segera mencari solusi mengenai kelanjutan penataan kawasan dan peningkatan sarana dan prasarana pendukung di pelabuhan utama Batam itu. Khususnya terkait kapasitas kontainer handling yang perlu segera dibenahi agar pelayanan bongkar muat menjadi lebih mudah, cepat, murah dan efisien.

Cen Sui Lan memaparkan bahwa investasi yang masuk ke Batam sebenarnya sudah bergerak positif, sehingga ke depannya harus terus ditingkatkan dan ditopang oleh ketersediaan infrastruktur yang baik.

Menurutnya, dengan adanya dukungan tersebut akan membuat para investor dan pelaku usaha menjadi semakin yakin, bahkan tidak menutup kemungkinan akan membuka pintu hadirnya investasi tambahan. “Bukan tidak mungkin jika semua ini kita benahi bersama, pertumbuhan ekonomi di Kepri ke depannya akan semakin meningkat. Saya pribadi berharap yang terbaik untuk Kepri di 2021 ini,” pungkasnya. (*)

Reporter : Chahaya Simanjuntak
Editor : Jamil Qasim