Zetizen

Hadirkan Platform Aman untuk Edukasi Seksual

batampos.id – Sering kali kita masih termakan dengan stigma-stigma negatif seputar kesehatan seksual dan reproduksi yang membuat kita jadi takut untuk membicarakan hal itu ke orang lain. Jangankan ke orang lain, kadang kita juga masih malu untuk membahas isu reproduksi dan seksual ke teman atau orang tua sendiri.

Ditambah lagi, anak-anak muda yang duduk di bangku sekolah dan kuliah kurang mendapat edukasi seksual dan kesehatan reproduksi secara komprehensif dan valid.Hal itulah yang mendorong Neira Ardaneshwari Budiono SPsi untuk kemudian membentuk Tabu.id sebagai platform aman dan edukatif yang dapat diakses dengan mudah melalui media sosial mereka. Lebih dekat dengan sosok muda yang inspiratif berikut ini, yuk! (c18/mel)

Dimulai pada Oktober 2017 ketika Neira dan tiga rekannya –Alvin, Adel, dan Patty yang merupakan mahasiswa jurusan psikologi di Universitas Indonesia– tengah mengikuti kompetisi program kesehatan yang mengharuskan mereka untuk membuat proposal singkat tentang intervensi kesehatan masyarakat terhadap orang muda Indonesia.

Advertisement

’’Selama menyusun ide proposal itu, kami coba merefleksikan diri dari pengalaman masing-masing yang ternyata punya kesamaan waktu duduk di bangku sekolah dulu: sulit mengakses informasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi,’’ tutur Neira. ’’Meskipun ada, pasti hanya seputar bahasan dasarnya saja, seperti alat vital/organ yang memang ada di materi pelajaran.

Padahal, bisa saja anak-anak muda ini masih punya banyak pertanyaan seputar kesehatan seksual dan reproduksi yang komprehensif dan mendalam,’’ lanjutnya. Keresahan itulah yang lantas mendorong Neira dan ketiga rekannya untuk membentuk platform Tabu.id, untuk menyajikan informasi dan pengetahuan seputar kesehatan seksual dan reproduksi yang valid dan bersumber dari hasil penelitian yang kredibel.

Pemberian nama Tabu sendiri dipilih Neira dan rekannya untuk mewakili bahasan dan topik kesehatan seksual dan reproduksi yang memang oleh masyarakat masih memiliki stigma negatif yang dianggap tabu. ’’Karena itu, diharapkan kehadiran platform Tabu.id ini bisa menjadi tempat yang aman untuk membahas isu seputar kesehatan seksual dan reproduksi,’’ ungkap Neira.

Z: ”Lantas bagaimana menurut Neira mengenai kesadaran anak muda Indonesia terkait kesehatan seksual dan reproduksi saat ini?”

Neira Ardaneshwari Budiono
(Co-Founder Tabu.id)

Kalau mengacu dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017,

pengetahuan dan kesadaran anak muda Indonesia terkait kesehatan seksual dan reproduksi itu tergantung dari topiknya. Misal nih, di bangku sekolah kita sudah diperkenalkan dengan fungsi alat kemaluan yang dimiliki perempuan dan laki-laki yang mana itu merupakan dasar pengetahuan kesehatan seksual dan reproduksi. Tapi, ada jarak antara topik lain di luar basic knowledge itu yang sebenarnya juga penting diketahui dan dipelajari oleh anak-anak muda.

Topik-topik seperti HIV/AIDS, hubungan seksual, dan masa subur perempuan masih jarang diketahui oleh anak-anak muda. Padahal, itu penting banget untuk kesehatan tubuh dan masa depan kita. Selain itu, karena topik kesehatan seksual dan reproduksi senantiasa berkembang dari waktu ke waktu, penting juga untuk peka dan menggali informasi lebih lanjut di era digital seperti sekarang. Misal, topik sexting dan revenge porn di media sosial yang biasanya menyasar anak muda.

Z: ”Menurut Neira, cara apa yang efektif untuk dapat membuka pikiran anak-anak muda maupun masyarakat agar bisa lebih terbuka membahas isu kesehatan seksual dan reproduksi ini?”

Tentunya diperlukan lingkungan dan sikap yang suportif. Mulai dari lingkungan sekolah, misalnya, harus bisa memberikan edukasi terkait kesehatan seksual dan reproduksi secara komprehensif. Guru-guru sebagai pendidik juga bisa menciptakan ruang yang aman bagi pelajar untuk membicarakan isu kesehatan seksual dan reproduksi.

Begitu juga orang tua di rumah agar mau belajar dan memperkaya diri terkait pengetahuan kesehatan seksual dan reproduksi dari para ahli maupun komunitas parenting mengenai kesadaran kesehatan seksual dan reproduksi terhadap remaja.

Penjelasan yang disampaikan Neira sebelumnya menunjukkan pentingnya penyebaran informasi dan kemudahan akses terhadap isu kesehatan seksual dan reproduksi agar anak-anak muda bisa mendapat informasi yang valid dan dengan aktif mencari sumber yang kredibel agar tidak mudah menelan mentah-mentah informasi yang diperoleh dari media sosial.

’’Sebagai platform yang memang berfokus di isu kesehatan seksual dan reproduksi, Tabu.id memiliki visi untuk menciptakan masyarakat yang terbuka dan terdidik lewat pengetahuan kesehatan reproduksi dan seksual. Tentunya hal ini tidak hanya ditujukan untuk menjaga diri sendiri, tapi juga memberikan manfaat bagi orang lain. Coba mulai pelajari secara perlahan.

Mulanya memang canggung, tapi lama-lama kita akan sadar betapa pentingnya topik ini untuk membangun tanggung jawab bagi tubuh, kesehatan, dan masa depan kita. Sebagai langkah awal, kamu bisa follow Instagram @tabu.id untuk mencari informasi seputar kesehatan seksual dan reproduksi!’’ ujar Neira.

Edukasi Seksual bagi Milenial

Reporter: Hadinata Salim
Editor: Agnes Dhamayanti

EDUKASI seksual sangat penting bagi para generasi milineal. Namun pada umumnya sering dianggap tabu atau tidak layak diperbincangkan. Padahal edukasi seksual sangat penting guna mengantisipasi yang tidak diinginkan. Bagaimana pendapatmu? (*)

F Dok. Pribadi

Hellen Nur Aliza
SMAN 3 Batam
Instagram: @hellennuraliza

Bagus sih kakak menurut hellen judulnya, soalnya kan perlu banget buat anak-anak muda sekarang. Soalnya pergaulan itu kan makin parah jadi mereka harus diberi edukasi tentang bahaya-bahaya seks. Mereka mah tahu enaknya aja, tetapi tidak tahu akibatnya. (*)

F Dok. Pribadi

Windy Safitri
SMAN 1 Tarusan
Instragram: @windySafitri5472

Bagi saya pendidikan seksual bagi anak sangatlah penting. Karena memberikan pendidikan seks sejak dini dapat melindungi anak dari pelecahan seksual dan ketidaktahuan tentang seks. Seperti kehamilan yang tidak diinginkan, yang berakibat pada tindak aborsi yang bisa berujung resiko kematian. (*)