Ekonomi & Bisnis

Perusahaan Peternakan Ayam Melepas 5.923.076.900 Saham Baru ke Publik

ILUSTRASI: Pekerja saat memberikan pakan burung puyuh di salah satu sentra peternakan di kawasan Citayam, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/7/2020) (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos.id – PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMU) yang berusaha di bidang peternakan ayam, akan melepas sahamnya ke lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO). Perseroan melepas sebanyak-banyaknya 5.923.076.900 saham baru ke publik setara dengan sebanyak-banyaknya 35 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO.

“Widodo Makmur Unggas menawarkan harga IPO berkisar antara Rp 142 sampai Rp 200,” kata Direktur Utama Widodo Makmur Unggas, Ali Mas’adi dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (6/1).

Bersamaan dengan pelaksanaan Penawaran Umum Perdana, WMU juga akan melakukan penjatahan saham melalui program alokasi saham pegawai atau Employee Stock Allocation (ESA). Dalam program ini, perseroan menjatahkan sebanyak-banyaknya 7,5 persen dari jumlah saham IPO. Selain itu, Perseroan juga memberikan opsi kepemilikan saham oleh manajemen (MSOP) sebanyak-banyaknya 1 persen dari portepel IPO.

Advertisement

Ia menyebut, perseroan akan menggunakan dana IPO sebesar 74,3 persen untuk ekspansi dengan menambah serta memperluas sarana produksi, antara lain untuk pembangunan fasilitas Breeding PS Farm di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Pembangunan fasilitas Layer Commercial Farm di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan fasilitas Hatchery di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa.

BACA JUGA: Nurman Berhasil Ubah Kulit Ceker Ayam jadi Alas Kaki

Kemudian, untuk pembangunan fasilitas Broiler Commerical Farm di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa. Pembangunan fasilitas Slaughterhouse di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Pembangunan fasilitas Feedmill di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur.

Sementara, sisa dana IPO sebesar 25,7 persen akan digunakan untuk modal kerja Perseroan terutama untuk pembelian bahan baku pada Feedmill dan pembelian Ayam Broiler Komersial untuk Slaughterhouse. Peningkatan kapasitas produksi akan berdampak terhadap penetrasi pasar yang lebih baik lagi ke depannya.

“Kami optimistis dapat meraih kesuksesan IPO di tengah pandemi Covid-19,” ucapnya.

Sesuai rencana, pernyataan pra-efektif dari Otoritas Jasa Keuangan terbit pada 30 Desember 2020. Penawaran umum perdana pada 7 Januari – 13 Januari 2021. Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 29 Januari 2021. Perseroan menunjuk CIMB Niaga Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, dan Samuel Sekuritas sebagai Joint Lead Underwriters (JLU). (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung