Metropolis

Buron Kejati Bali Ditangkap di Batam

batampos.id – Tri Endang Astuti, buron Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali ditangkap di Batam, Jumat (8/1/2021) pagi. Ia merupakan terpidana kasus pemalsuan surat jual beli Villa Bali Rich senilai Rp 38 miliar yang divonis 2,6 tahun penjara.

Wanita berusia 48 tahun ini ditangkap setelah tim intelejen Kejagung RI melakukan pengintaian selama beberapa hari.

Awalnya, tim penangkap sempat salah alamat, namun setelah dikonfirmasi ke RT setempat, akhirnya menemukan tempat tinggal Endang yang asli. Ia tinggal di Perum Tropicana Residence Blok C-2 No.1 RT 001/016, Kel. Sadai, Kec. Bengkong, Kota Batam bersama suami dan anak-anaknya.

Advertisement

Kasi Intel Kejari Batam, Fauzi membenarkan penangkapan tersebut. Hanya saja, soal teknis kasus ia tak bisa merinci, sebab Kejari Batam hanya memfasilitasi tim Kejagung untuk melakukan penangkapan.

“Benar ada penangkapan, cuma teknisnya dan kasusnya itu Tim dari Kejagunglah yang bisa jawab, ” ujar Fauzi kepada Batam Pos, Jumat (8/1/2021) siang.

Menurut Fauzi, terpidana Endang sudah buron selama 6 bulan sejak putusan. Proses penangkapan pun berjalan dengan lancar, meski saat itu ia di rumah bersama anak-anaknya.

“Tak ada perlawanan. Di rumah, buron ini bersama anak-anak, sedangkan suaminya bertugas di Karimun, ” terang Fauzi.

Dikatakan Fauzi, rencananya Endang akan langsung diterbangkan ke Jakarta, untuk nantinya dibawa ke Bali. Namun sebelum diterbangkan, akan dilakukan rapid antigen terlebih dahulu.

“Pesawat sore bersama tim Kejagung. Yang bersangkutan dibawa ke Kejagung dulu, baru ke Bali, ” imbuh Fauzi.

Disinggung kesibukan Endang selama di Batam, Fauzi tak tahu pasti. Namun menurutnya, rumah tempat Endang ditangkap merupakan rumah sendiri.

“Untuk pekerjaan yang bersangkutan itu yang sedang kami cari. Sepertinya rumah itu milik sendiri, ” tukas Fauzi.

Diketahui, Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 557 K/Pid/2020 tanggal 30 Juni 2020, Endang merupakan terpidana yang terbukti melanggar Pasal 263 Ayat (1) KUHP dan Undang-Undang RI Nomor 8 tahun 1981 KUHAP dalam perkara Tindak Pidana membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat membuat suatu hak, perikatan, atau pembebasan hutang, proses jual beli Villa Bali Rich (PT. Bali Rich Mandiri) senilai 38 Milyar rupiah. Terpidana dijatuhi hukuman pidana penjara selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan. (*)

 

Reporter : Yashinta