Home

Marlina, 20 Tahun Berjualan Mie Tarempa di Tanjungpinang, Satu Hari Bisa Hidangkan 400 Piring

Pengelola Warung Selera Bintan, Hj Mariah saat memperlihatkan Mie Tarempa buatan Marlina, Jumat (8/1/2021). (f. Peri Irawan/ batampos.id)

batampos.id- Nama bukota Kabupaten Anambas semakin terkenal, terutama dengan mi-nya, yakni mie tarempa. Banyak penggemarnya karena rasanya sangat mengugat selera. Hal inilah yang mengilhami Marlina untuk membuka kedai mi di Tanjungpinang sejak 20 tahun lalu.

Marlina yang membuka warung sarapan pagi di Jalan Basuki Rahmat itu selalu ramai didatangi oleh masyarakat setiap hari. Mie Tarempa Kak Ango namanya di Warung Selera Bintan di depan SMA N 2 Tanjungpinang.

Marlina yang langsung turun ke dapur untuk juru masak mengaku ia berjualan mi goreng sejak 1986 di Pulau Tujuh, Anambas. Namun untuk di Tanjungpinang mulai berjualan sekitar tahun 2.000 hanya berjualan mie goreng biasa, namun saudara laki-lakinya menyarankan agar membuat nama khas pada jualannya agar lebih mudah diingat dan dikenal masyarakat.

Advertisement

“Karena saya berasal dari Tarempa, Anambas. Abang saya menyarankan agar jualan saya itu diberi nama Mie Tarempa,” kata Marlina saat membuatkan Mie Tarempa pesanan pembeli, Jumat, (8/1/2021) .

Marlina saat memasak mie tarempa di dapurnya.

Pada awal berjualan di tahun 2.000 ia berdagang di Tanjung Unggat, namun sejak 2005 pindah ke Jalan Basuki Rahmat, sedangkan harganya mulai dari Rp 3 ribu per satu piring hingga saat ini sudah dijual Rp 15 ribu per satu piringnya. “Harganya standar saja Rp 15 satu piringnya,” ujarnya.

Menurutnya Mie Tarempa yang ia jual tidak ada perbedaan dengan yang dijual pedagang lain di Tanjungpinang. Hhanya saja ia lebih memilih mi buatan sendiri sebagai bahan utama masakannya itu.  “Kayaknya tidak berbeda dengan yang lain, sama saja, tapi kita gunakan mi buatan sendiri,” ucapnya.

Dibuka sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB dalam satu hari Marlina bisa membuatkan 400 piring untuk pembeli baik yang makan di tempat maupun dibungkus untuk dibawa pulang. “Lumayan satu hari bisa buatkan 350-400 piring dalam satu hari,” tuturnya.

Sementara itu , Pengelola Warung Selera Bintan, Hj Mariah mengatakan setiap pagi tempat usahanya itu selalu ramai didatangi warga yang akan sarapan, terutama oleh pembeli yang sudah menjadi langganan, dari berbagai menu yang tersedia Mie Tarempa menjadi salah satu makanan yang sering dipesan oleh pembeli.  “Alhamdulillah ramai, tapi sejak corona ini , agak sepi dari biasanya, sejak dulu Mie Tarempa ini memang jadi menu andalan,” ujarnya.

BACA JUGA: Kafe Warung Gaul di Batam ini Sajikan Aneka Kuliner & Live Music

Pada kesempatan yang sama, salah seorang pembeli, Abdulrahim, 38, mengaku sudah lama berlangganan Mie Tarempa di warung itu, bahkan sejak ia sekolah hingga berkeluarga saat ini masih sering membeli masakan itu.  “Selain memang, enak harganya juga terjangkau, murah, berbeda dengan Mie Tarempa lainnya, punya ciri khas khusus,” ucapnya. (*)

Reporter: Peri Irawan
Editor: Tunggul