Nasional

Polisi Nabire-Intan Jaya Tangani Kasus Pembakaran Pesawat MAF

Ilustrasi pesawat terbang dibakar. ( Antara/Reuters/via Reuters TV)

batampos.id – Personel gabungan Polres Nabire bersama Polres Intan Jaya sudah menangani kasus pembakaran pesawat terbang nomor registrasi PK-MAX yang membawa penumpang di Bandara Pagamba, Distrik Biandoga, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, oleh kelompok bersenjata.

Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi A.M. Kamal seperti dilnsir dari Antara di Jayapura mengatakan, sekitar pukul 09.00 WIT, pesawat MAF nomor registrasi PK-MAX yang dipiloti warga negara Amerika Serikat Alex Luferchek, lepas landas dari Bandara Nabire membawa dua warga setempat tujuan Bandara Pagamba, di Distrik Mbiandoga Kabupaten Intan Jaya. Bandara tujuan itu adalah bandara perintis yang dikelola MAF.

”Pukul 09.30 WIT pilot pesawat terbang MAF PK-MAX Alex Luferchek, melaporkan via radio ke Kantor MAF bahwa pesawat terbang itu telah mendarat tiba di Bandara Pagamba secara baik,” kata Kamal.

Advertisement

Selanjutnya, kata dia, pilot disuruh turun dari pesawat kemudian datang seseorang diduga anggota kelompok bersenjata di sekitar tempat pesawat terbang berhenti serta membawa senjata dan mengeluarkan tembakan ke udara sambil menyuruh pilot untuk merunduk.

”Atas kejadian itu pilot diamankan para pendeta dan masyarakat ke Kampung Tekai perbatasan antara Kampung Bugalaga dan Kampung Pagamba Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya. Kemudian pesawat terbang itu dibakar kelompok kriminal bersenjata,” ujar Kamal.

Kabidhumas mengatakan, pembakaran pesawat terbang Quest Kodiak milik MAF itu kemudian terdeteksi Badan SAR Nasional Pusat dan menyampaikan kepada Yayasan MAF di Nabire untuk mengecek pesawat terbang nomor registrasi PK-MAX yang dipiloti Luferchek.

Pada Kamis (7/1) pukul 06.00 WIT, satu helikopter telah lepas landas dari Bandar Udara Wamena dengan pilot Kapten Natan Fagerlie untuk memindahkan Luferchek dari Kampung Tekai perbatasan antara Kampung Bugalaga dan Kampung Pagamba Distrik Mbiandoga. Kamal mengatakan, polisi menerima laporan, berkoordinasi dengan pihak terkait, menyelidiki dan menyidik kasus itu.

”Kasus ini dalam penanganan Polres Nabire,” ujar Kamal.

Dia mengatakan, Polres Nabire telah berkoordinasi dengan Polres Intan Jaya untuk ke lokasi kejadian karena lokasi kejadian di wilayah Polres Intan Jaya. Namun upaya itu terkendala lokasi sebab hanya dapat dijangkau melalui jalur udara.

Setelah dimintai keterangan, Luferchek langsung diberangkatkan MAF ke Jayapura untuk diperiksa dari aspek psikologis.

Sementara itu, Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw mengaku belum dapat memastikan kelompok mana yang membakar pesawat terbang nomor registrasi PK MAX milik Mission Aviation Fellowship (MAF) di kampung Pagamba, Intan Jaya.

”Belum bisa dipastikan kelompok mana yang melakukan pembakaran tersebut karena ada beberapa kelompok kriminal bersenjata (KKB) di sekitar wilayah Kabupaten Intan Jaya. Insiden yang terjadi Rabu (6/1) tidak menimbulkan korban jiwa karena sebelum membakar pesawat naas itu, pilot berkebangsaan Amerika Serikat, Alek Luferchek, sudah keluar dari pesawat,” kata Waterpauw. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim