Ekonomi & Bisnis

Produsen Tahu Tempe Lega, Harga Kedelai Diturunkan Jadi Rp 8.500 Per Kg

ILUSTRASI: Pekerja menuang kedelai ke mesin penggiling di Pabrik, Jakarta, Selasa (5/1/2020). harga kedelai di pasaran yang naik dari harga Rp 7.000 per kilogram menjadi Rp.9.000 per kilogram.FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

batampos.id – Harga kedelai yang dijual importir ke perajin diturunkan menjadi Rp 8.500 per Kilogram.

Ini terjadi karena turun tangannya Kementerian Pertanian (Kementan) dengan menerbitkan surat edaran (SE) kepada importir dan perajin tahu dan tempe yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai langkah darurat untuk melakukan stabilisasi harga kedelai. Sehingga, diharapkan produsen tahu dan tempe dapat kembali berproduksi.

Syahrul mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, harga kedelai impor naik drastis dari kisaran Rp 6.100-6.500 per kilogram pada Maret-April 2020 lalu, kini menjadi sekitar Rp 9.500 per kilogram. Namun, persoalan yang dihadapi saat ini hanya sebatas harga saja, sementara pasokan kedelai dari impor aman.

“Nah sekarang sudah ada kesepakatan terhadap standar supaya semua bisa tetap berjalan dengan baik. Tentu ini menghilangkan ego sektoral. Dan kita capai angka Rp 8.500 per Kg itu secara nasional,” ujarnya di Jakarta, Kamis (7/1).

Syahrul melanjutkan, dalam 200 hari ke depan, pihaknya akan menggenjot produksi kedelai dalam negeri. Sehingga, ketergantungan impor untuk produksi tahu dan tempe bisa ditekan.

BACA JUGA: Polri Datangi 3 Importir untuk Menyelidiki Kelangkaan Kedelai

“Ini importir juga siap menerima, karena kedelai kita pada dasarnya sangat bagus untuk tempe dan tahu, lebih gurih, dan lain-lain,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi yang mengatakan, kesepakatan tersebut diharapkan menjadi solusi bagi para Perajin tahu dan tempe yang sempat mengeluhkan tingginya harga kedelai impor yang selama ini memasok kebutuhan dalam negeri.

Sebab, jika harga kedelai terlalu tinggi, membuat para perajin tahu dan tempe juga menaikkan harga jual tahu dan tempe di pasaran. Rata-rata, harga jual tahu dan tempe naik Rp 1.000 per potong.

“SE sudah kami sampaikan, kami menyepakati beberapa hal di antaranya harga pembelian kedelai di tingkat perajin disepakati Rp 8.500 per kg,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung