Bintan-Pinang

Gratis PKRTL untuk Peserta JKN-KIS di Klinik Spesialis Mata Sumatera Eye Center

Penadatatanganan kerja sama BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang bersama klinik spesialis mata Sumatera Eye Center (SMEC) untuk Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (PKRTL). (f.peri/batampos.id)

batampos.id – Dalam rangka pelaksanaan jaminan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang tanda tangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama klinik spesialis mata Sumatera Eye Center (SMEC) untuk Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (PKRTL).

BACA JUGA: Penunggak Iuran BPJS Kesehatan, Rata-Rata Perserta dari Kelas Mandiri

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tanjungpinang, Agung Utama Muchlis menjelaskan semua fasilitas kesehatan (Faskes) yang kerjasama dengan BPJS Kesehatan wajib melayani pasien peserta JKN-KIS. Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2018 dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) maka pasien tidak akan dikenakan biaya jika sesuai ketentuan yang berlaku dan sesuai indikasi medis.

Advertisement

“Dalam pemberian PKRTL itu seperti upaya pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat spesialistik atau sub spesialistik seperti rawat jalan tingkat lanjutan,” kata Agung. Jumat (8/1/2021). Dijelaskan Agung, kerjasama itu berlaku untuk satu tahun dan secara efektif dimulai sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2021.

Langkah monitoring dan evaluasi kerjasama, pihaknya akan melakukan penilaian penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Klinik Spesialis Mata SMEC. Secara berkala melalui Utilization Review (UR), Survey Walk Through Audit (WTA).

“Serta penilaian customer atau umpan balik pelanggan dengan cara pengambilan survey terhadap peserta yang mendapatkan pelayanan, serta penilaian kepatuhan terhadap komitmen mutu pelaksanaan perjanjian,”ungkapnya.

Sedangkan ruang lingkup pelayanan kesehatan yang didapatkan adalah rawat jalan tingkat lanjutan (RJTL), pelayanan gawat darurat atau pelayanan kesehatan mata sesuai ketentuan yang berlaku, pelayanan obat, pelayanan, rujukan parsial dan pelayanan ambulan khusus untuk daruat. (*)

Reporter: Peri Irawan
Editor: Tunggul