Nasional

Meski Keluarkan Fatwa Halal dan Suci, MUI Tunggu Keputusan BPOM

Petugas menurunkan kardus berisi Vaksin Covid-19 Sinovac dari dalam truk menuju cold storage di Kantor Dinas Kesehatan Jawa Timur. (F. Alfian Rizal/Jawa Pos)

batampos.id – Meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa vaksin Covid-19 produksi Sinovac halal dan suci bukan berarti bisa langsung digunakan. Penggunaan vaksin masih harus menunggu izin keamanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Hal ini ditegaskan oleh Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh, Jumat (8/1). Ia menerangkan jika MUI hanya berwenang untuk meneliti terkait aspek halal tidaknya vaksin.

“Hanya berkaitan dengan aspek kehalalan. Setelah dilakukan diskusi panjang penjelasan auditor, rapat Komisi Fatwa menyepekati bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac Lifescience yang sertifikasinya diajukan Biofarma suci dan halal,” terang Asrorun.

Advertisement

Ia juga menerangkan meskipun MUI sudah menyatakan halal dan suci, namun fatwa MUI belum final. Ini dikarenakan masih menunggu keputusan BPOM terkait keamanan (safety), kualitas (quality), dan kemanjuran (efficacy).

BACA JUGA: Kabar Baik, MUI Tetapkan Vaksin Covid-19 Sinovac Halal

“Akan tetapi terkait kebolehan penggunaannya, ini sangat terkait dengan keputusan mengenai aspek keamanan, kualitas, dan efficacy BPOM. Ini akan menunggu hasil final ke-thoyiban-nya. Fatwa utuhnya akan disampaikan setelah BPOM menyampaikan mengenai aspek keamanan untuk digunakan, apakah aman atau tidak, maka fatwa akan melihat,” ujarnya.

Menanggapi kehalalan vaksin Covid-19, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menegaskan sejak awal pihaknya selalu berkoordinasi dengan MUI untuk bersama melakukan audit. Ada auditor dari MUI untuk memeriksa aspek halal.

“Kami juga berikan data mutu vaksin Covid-19 yang menunjukkan tidak ada bahan-bahan yang sifatnya yang mengandung bahan tidak halal,” tegas Penny.

Terakhir pihaknya berkomunikasi dengan MUI dan lalu segera akan diberikan Izin Penggunaan Darurat (EUA) vaksin Covod-19. Setelah itu rekomendasi akan diinformasikan kembali pada MUI.

“Tentunya penerbitan EUA masih akan menunggu. Dan laporan interim final dari tim riset baru diberikan hari ini (Jumat, 8 Januari). Maka setelah itu akan dianalisa internal bersama otoritas terkait, tim klinisi, epidemiolog, sehingga rekomendasi EUA bisa segera diterbitkan,” tegas Penny. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung